Home / Latest

Senin, 7 November 2022 - 14:37 WIB

Walhi Jatim; Masalah Tambang Rumit Karena Banyak Aktornya

Tanpa aktivitas, salah satu tititk  tambang sepi setelah warga Desa Jennagan   tutup  jalan utama menuju tambang, Senin ( 07/11/2022)

Tanpa aktivitas, salah satu tititk tambang sepi setelah warga Desa Jennagan tutup jalan utama menuju tambang, Senin ( 07/11/2022)

DUTANUSANTARAFM.COM : Semrawut serta rumitnya masalah pertambangan galian C di Ponorogo dipengaruhi oleh banyak faktor . Antara lain , banyak aktor didalamnya dan berkaitan dengan masyarakat lokal setempat dan warga ekonomi lemah. Untuk mampu menyelesaikan masalah tambang ini pemerintah Kabupaten Ponorogo harus melakukan kajian dan assesmen yang mendalam . Kajian itu menyangkut  lokasi titik tambang, pekerjanya siapa , penambangnya dari daerah mana , truknya  dan kelas ekonominnya . Hal tersebut disampaiakan Wahyu Eka Setiawan, Manajer Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur (Walhi Jatim), kepada dutanusantarafm.com , Senin ( 07/11/2022)

“Penuntasan masalah tambah itu lemah karena menyangut banyak factor dan banyak pihak , sehingga banyak tantangan. Untuk itu perlu dilakukan kajian dan assesmen cukup ,”terang Wahyu .

Di informasikan , keberadaan titik-titik pertambangan pasir di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Ponorogo seperti Jenangan , Ngebel, Pulung dan Sawoo dikeluhhkan oleh masyarakat dan juga pemerintah Ponorogo. Karena mobilitasnya yang padat dan tonasennya yang melebihi kapasitas telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan . Padahal, daerah -daerah atas yang menjadi konsetrasi titik tambang tersebut sangat berpotenis terjadi bencana alam  karean merupakan lereng Willis . Terbukti banyak kejadian bencana longsor di kawasan wilayah Ngebel, Pulung dan Sawoo di musim penghujan ini.

“ Ngebel merupakan daerah atas tepatnya di pegunungan wilis , itu adalah kawasan rawan bencana . Jika penambangan gaian c ini illegal Pemerintah Kabupaten Ponorogo harus review dengan keberadaan ini, saling berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi untuk menjaga perda, “jelas Wahyu Eka Setiawan kepada dutansuantarafm.com , Senin  (07/11/2022). (wid)

Berita ini 51 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Latest

Sudah 3 Orang , Tersangka Kasus Sawoo Akan Bertambah

Latest

Alfamart Madiun Kolaborasi Duta Nusantara 92,1 FM Bagi Nasi Kotak Ke Pemudik

Latest

Gempa Bumi Bantul, Akibatkan Beberapa Rumah Warga di Ponorogo Rusak Berat

Latest

Tunhar Gontor Menangkan Kejuaraan U21 Askab PSSI Ponorogo

Latest

Wow…Korban Pungli Sawoo Tak Hanya Warga Biasa

Latest

Keterangan Perangkat Desa Ke Kejaksaan Berbeda Dengan Temuan Lapangan

Latest

Babinsa Masuk Dapur Mampu Memberikan Healing Warga

Latest

Kurangi Cemaran TPA Mrican Ke Pesawahan , DLH Mulai Bangun Talud Timur