DUTANUSANTARAFM.COM: PONOROGO- Setelah melalui kerja keras dan gotong royong banyak pihak, TNI, Polri, pemkab Ponorogo dan masyarakat akhirnya status Ponorogo dalam.covid-19 turun level. Bersama 24 Kabupaten lain ditetapkan sebagai daerah Level I PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Jawa Timur. Hal ini bersadarkan Asesmen Situasi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI pada 23 September 2021.
Berdasarkan lnstruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 dan Inmendagri Nomor 23 Tahun 2021, beberapa hal akan mengalami kelonggaran, meski harus tetap dengan prokes ketat.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang sama-sama kerja keras untuk mengatasi pandemi COVID-19. Utamanya dalam menekan laju penyebaran virus dan mempercepat program vaksinasi.
Menurut Sugiri,, level 1 tak dianggapnya sebagai sebuah penghargaan, melainkan alarm agar masyarakat tak terlena, tidak melepas masker, meningkatkan mobilisasi serta tidak abai dalam menjaga 5M.
“Level 1 bukanlah sebuah penghargaan. Tapi justru menjadi alarm pengingat kalau pandemi ini belum usai. Alarm yang sewaktu-waktu akan berbunyi ketika jam nya tiba. Jam yang saya maksud adalah hal-hal yang bisa saja berubah ketika kita abai terhadap aturan yang berlaku dalam Prokes,” kata Kang Giri.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo untuk tetap beraktifitas dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengurangi mobilitas yang tak perlu, serta menghindari kerumunan,” imbaunya.
Kang Giri percaya bahwa dengan back up TNI, Polri, Forpimda, tenaga kesehatan, ASN, hingga ulama, tomas (tokoh masyarakat), toga (tokoh agama), seluruh warga akan tetap menjaga prokes dengan sebaik-baiknya.
“Alhamdulillah, Kabupaten Ponorogo sudah masuk Level 1. Meski begitu, saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar tetep pakai masker. Jangan lengah,”pesan Sugiri Sancoko.(wid)