Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Sembuh. Bupati Ipong Kembali Ke Pringgitan


Dutanusantarafm-Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kembali ke rumah dinas pringgitan setelah sekian lama sakit, pada Senin 28 Desember 2020 pagi. Bupati Ipong seharusnya sejak tanggal 6 Desember 2020 sudah kembali beraktifitas karena masa cuti maju pilkada telah habis terhitung pada 5 Desember 2020. Namun karena sakit yang dideritanya sejak tanggal 2 Desember 2020, orang nomer satu di Ponorogo ini baru bisa masuk kerja lagi pada hari Senin (28/12/2020).

Kembalinya Bupati Ipong ngantor di Pringgitan ikut diiringi kesenian reyog Ponorogo dan disambut sejumlah pejabat pemkab, termasuk pimpinan DPRD dan tokoh masyarakat, kyai serta para pendukungnya di pailkada. Kemunculan Bupati Ipong secara resmi ini adalah yang kali pertama sejak yang bersangkutan sakit sebelum 9 Desember 2020. Bupati Ipong didampingi istri Sri Wahyuni dalam sambutanya menyampaikan rasa syukur sudah sembuh dari sakit. “alhamdulillah setelah menjalani isolasi mandiri di rumah selama kurang lebih 16 hari sejak 13 Desember 2020, pagi ini bisa kembali bekerja di Pringgitan” ucapnya.

Ipong dihadapan para pejabat, tokoh masyarakat, para kyai, alim ulama, mengatakan dalam perhelatan pilkada pasti ada yang menang dan kalah. Iapun mengaku sempat kecewa karena kalah dalam Pilkada Ponorogo 9 Desember 2020. Kekalahan ini menunjukkan ada pesan masyarakat Ponorogo yang cukup jelas bahwa ada keinginan berubah. Adapun rasa kecewa itu tidak lepas karena dalam survey dalam hal kepuasan warga masyarakat terhadap kepemimpinannya mencapai 70 persen, ia menempati urutan ke 3 di Jawa Timur, yaitu setelah kepemimpinan walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Namun ternyata hasil survey itu tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada. Ipongpun menyatakan meski kalah di Pilkada rasa kekecewaan itu saat ini sudah dikubur dalam-dalam. “ iya dulu sempat kecewa, tetapi saat ini kekecewaan itu sudah dikuburnya” tuturnya

Menurutnya menjadi bupati sebagai media untuk mengabdi kepada masyarakat, dan ketika tidak menjadi bupati masih ada kesempatan dan media lain untuk mengisinya dengan berbuat baik,dengan ibadah. “orang pitar bisa gagal, orang hebat bisa jatuh, hanya orang sabar, ikhlas,rendah hati, yang akan selalu menemukan jalanya karena berdiri kokoh dan seimbang dengan kedua kakinya, akan menemukan jalan sukses dihari mendatang. Karena itu harus menerima dengan ikhlas dengan apapun yang terjadi” terangnya.

Sementara itu dengan akan memasuki tahun 2021 atau tahun terakhir masa pemerintahanya bersama wabub Soedjarno, tidak lain sebagai bagian pelaksanaan visi misi pemerintahannya. Ia menyampaikan masa jabatan sampai 16 februari 2021, tetapi APBD sudah ditentukan di tahun 2020 sesuai RPJMD . Karena itu ia meminta sekda untuk menyampaikan kepada Bupati yang akan datang agar RPJMD dapat terus dan diwujudkan secara bersama-sama. “tetaplah professional bekerja berdasarkan married system, tupoksi, tanggung jawab masing-masing agar segala program dan rencana bisa dilaksanakan dengan baik”. pungkasnya (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close