Home / Dinamika Aktual / Kabar Kota Kita

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 15:50 WIB

Sarni Bertekat Membangun Usaha Dari Pinggiran Ditengah Covid-19

Sarni, warga Desa Bringinan Kecamatan jambon Kbupten Ponorogo yang punya mimpi menarik perusahaan ke pedesaan  untuk membangkinkan ekonomi desa sekaligus memangkas ongkos produksi

Sarni, warga Desa Bringinan Kecamatan jambon Kbupten Ponorogo yang punya mimpi menarik perusahaan ke pedesaan untuk membangkinkan ekonomi desa sekaligus memangkas ongkos produksi

DUTANSUANTARAFM.COM: Sarni ( 56th) warga Dukuh  Dondong  RT.01/ Rw.02 Desa Bringinan Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo memiliki tekad mulia untuk membantu membangun  usaha di desanya. Impiannya adalah membangun ekonomi masyarakat di mulai dari  kawasan pinggiran,  dari desa ke desa. Tekad ditengah pandemi covid-19 ini diwujudkannya dengan membangun Usaha Menengah Kecil Mikro  (UMKM) di bidang jasa dengan nama “Sabrina  Locke Walet “di rumahnya sejak satu setengah bulan lalu.  Usaha baru membersihkan liur burung walet ini dirintisnya bekerjasama dengan pengusaha dari Surabaya.

“Liur burung walet itu bentuknya seperti sarangnya. Kita ambil dari surabaya dalam bentuk kotor kemudian kita bersihkan dari kotoran yang menempel berupa serpihan kecil bulu burung dan lainnya. Setelah bersih kita kirim kembali  ke Surabaya setiap satu pekan sekali, “jelas Sarni , pemilik usaha.

Sarni , merupakan PNS yang 2 tahun lagi menjalani masa pensiun. Dia  mengaku sudah memikirkan ingin membangun usaha di desannya sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga , pihaknya mencoba  menjajaki peluang usaha yang ada dan mencari jaringan kerjasama dengan pihak ke 3. Setelah  melakukan survai , usaha membersihkan  liur burung walet ini yang cukup menjanjikan dan cocok dengan karakter wilayahnya.

“Pasalnya , di Ponorogo usaha sejenis sudah ada di kecamatan Badengan namun karena terdampak  pandemi covid-19 ini sebagaian karyawannya yang usia produktif tereleiminasi. Sejumlah pengusaha mengalami pelemahan ekonomi ,”terangnya .

Dirumah lawas bergaya Limas Jawa ini, Sarni  mencoba membangun usaha serupa didesanya dengan sistim yang berbeda. Ada 40 pekerja yang rata rata baru lulus SLTA ikut bekerja. Pekerjaan ini cukup ringan bagi kaum muda , tidak memerlukan ketrampilan khusus dan jam kerjanya sangat fleksibel karena sifatnya borongan.

“Saya berencana , jika usaha ini berjalan lancar akan membuka didesa lain. Niatnya selain usaha juga untuk membantu menghidupkan ekonomi pedesaan. Karena ternyata dengan 40 karyawan saja,  saat ini dampaknya luar biasa. Ada pedagang sayur, pedagang minuman, makanan  yang  hidup disekitar sini, ungkap”Sarni .

Sarni merupakan PNS mantan sekdes yang sudah mengabdi sebagai perangkat desa belasan tahun di kabupaten Ponorogo, sampai akhirnya  ditugaskan di sekertariat DPRD Ponorogo. Sebagai mantan sekdes dia banyak melihat potret desa , baik masalahnya dan juga peluangnya. Dalam membangun usaha berbasis pedesaan ini , sarni memiliki motto tersendiri yaitu ,  setiap hari bekerja setiap hari bertemu keluarga. Alasannya, jika bekerja di kota besar seperti Surabaya tidak bisa bertemu keluarga setiap hari. Selain itu , biaya hidupnyadi kota sangat besar begitu pula  biaya transportasinnya.

“Jika usaha di perkotaan itu kita tarik ke pinggiran ke desa desa maka akan memotong banyak biaya produksi dan mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan warga desa ,”terang Sarni penuh semangat.     

Hesti (20th) salah seorang pekerja adalah warga Desa Kanglo Kidul Kecamatan Jambon untuk sampai ke tempat kerjannya perlu menempuk jarak sekitar 5 km dalam kurun waktu perjalanan 10 menit Hesti mengatakan dirinya dan juga teman temannya cukup terbantu dengan bekerja di Sabrina Locke walet ini. Sebab, sejak Januari lalu dia sudah di eliminasi dari pekerjaannya yang lama juga sebagi pembersih liur walet. Lumayan, ditengah kesulitan ekonomi keluarganya akibat pandemi covd-19 ini bisa bekerja kembali disektor yang sama sehingga tidak perlu belajar lagi.

“Hampir 8 bulan saya menganggur sejak awal pandemi covid-19 menyerang. Dirumah hanya kerja membantu orang tua saja tapi tidak menghasilkan sama sekali . Penghasilan menjadi nol, perasaan  tidak karuan karena merasa menjadi beban orang tua. Tapi, sejak bekerja disini  lumayan lah. Selain dapat penghasilan, bisa bertemu teman teman alumni sekolah seperti reunian, “jelas Hesti.

Lebih mengharukan perasaan yang disampaikan oleh  friska (14th) pelajar kelas 9 disalah satu SMP di kecamatan Kauman. Friska mengaku ikut bekerja membersihkan liur burung walet sejak sepekan lalu. Dia bekerja mulai pukul 07.00 hingga pukul 16.00 wib. Friska mengaku pekerjaan ini cukup ringan dan tidak menganggu proses belajarnya secara daring. Semangat friska bak mentari pagi hari. Ini  terlihat dari senyum  dan sorot matanya  karena didukung penuh oleh kedua orang tuanya .

“Selama seminggu ini , saya mendapat penghasilan Rp.95.000 dari menyelesaikan 2 paket pekerjaan Setiap 1 paket pekerjaan berisi 15 biji liur walet mendpat upah  Rp.45.000. Ini penghasilan pertama saya, alhamdulillah bisa buat jajan tidak minta orang tua lagi, “ungkapnya sambil tersenyum .

Barno, Kepala desa Bringinan  Kecamatan Jambon  menyatakan apresiasinya terhadap langkah Sarni yang merupakan salah satu warganya. Sarni telah membuka lapangan kerja bagi kaum muda Desa Bringinan dan sekitarnya.  Ada effek domino yang dirasakan oleh desa, dengan langkah Sarni menarik pengusaha kota untuk bekerjasama membuka usah di desa ini.

“Ditengah pandemi korona ini , bekerja diwilayah sendiri cukup aman dan nyaman tidak takut terluar virus Korona,”ungkapnya.  (wid)   

Berita ini 21 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Rawan Pilkada 2024 di Jatim Dinamis, 6 Daerah Jadi Perhatian

Dinamika Aktual

Polda Jatim Baksos dan Bansos Hari Bhayangkara 2024 di Ngumpul Balong Ponorogo

Dinamika Aktual

Kandang Terbakar Habis, Belasan Ternak Nyaris Jadi Korban

Dinamika Aktual

Sosialisasi Tribina Menyongsong Kampung KB Kelurahan Kepatihan Ponorogo

Dinamika Aktual

Kabar Duka, Jemaah Haji asal Desa Lengkong Sukorejo Ponorogo Meninggal Dunia

Dinamika Aktual

Titiek Soeharto Resmikan Monumen Patung HM Soeharto di Badegan, ini Harapannya.

Dinamika Aktual

Nasdem Pasangkan Ipong Muchlissoni – Segoro Luhur pada Pilkada Ponorogo 2024

Dinamika Aktual

Motor Roda Dua Vs Mobil Ambulans Desa di Pulung, Satu Korban Meninggal Dunia