GalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Rapid Tes Acak Siswa SLTP Ponorogo, Untuk Pantau Kesehatan Siswa Belajar Tatap Muka


Dutanusantarafm-Dinas Pendidikan Ponorogo sedang berkoordinasi dengan Dinas kesehatan untuk dimungkinkan rapid tes acak kepada siswa SLTP yang saat ini sedang menjalani uji coba belajar tatap muka. Rencana itu atas usul Plt Bupati Ponorogo soedjarno dalam rangka evaluasi pelaksanaan belajar tatap muka siswa di 9 SLTP yang sudah hampir satu bulan ini dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Endang Retno Wulandari mengatakan, menyusul saran dari PLT Bupati Soedjarno pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk rencana rapid tes itu. Retno mengatakan seperti harapan Plt Bupati Soedjarno uji coba pelaksanaan belajar sistem tatap muka yang dilakukan di 9 SLTP di Ponoogo berjalan lancar.
“harapanya semua siswa kondisinya baik-baik saja tidak ada yang bermasalah” ucapnya.

Ia juga menambahkan Dinas Kesehatan menyatakan kesiapanya untuk melakukan rapid tes acak bagi siswa SLTP. Karena bersifat acak maka hanya sebagian saja yang akan dijadikan sample. Hasil rapid tes tersebut nantinya juga akan dijadikan dasar pertimbangan bagi Dinas Pendidikan Ponorogo terkait dengan tindak lanjut sistem belajar tatap muka untuk diperluas di sekolahan lainnya.

Seperti diketahui dengan sudah dilakukan uji coba tatap muka dan melihat kondisi Ponorogo berada di zona kuning penyebaran covid 19,Dinas Pendidikan Ponorogo merencanakan sistem belajar tatap muka diperluas disemua SLTP di Kabupaten Ponorogo. Dinas pendidikan sudah menyampaikan usulan itu ke PLt Bupati dan Gugus tugas covid 19 Ponorogo.

Sudah banyak SLP di Ponorogo yang melakukan persiapan sistem belajar tatap muka dengan prasarana pendukungnya. Namun sebagai tindaklanjutnya harus diverifikasi dulu satgas covid 19 kecamatan. “jika nantinya disetujui uji coba untuk 30 persen dulu” pungkasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close