Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Kamis, 5 November 2020 - 18:16 WIB

Polres Ponorogo Di Demo Seribu Massa, Tolak SP3 Kasus 14 Kades

Seribu massa menggeruduk polres Ponorogo, menolak SP 3 kasus dugaan pelanggaran kampaye 14 kades

Seribu massa menggeruduk polres Ponorogo, menolak SP 3 kasus dugaan pelanggaran kampaye 14 kades

DUTANUSANTARAFM.COM: Ratusan  massa yang mengatasnamakan ‘’ Aksi Serentak Tuntut Polisi Jaksa Netral’’ (ASTON) menggeruduk  Polres Ponorogo, Kamis (5/11/2020). Aksi massa yang melibatkan hampir 1000 orang dari berbagai  wilayah Ponorogo ini  menuntut polres bersikap netral  dalam penanganann kasus pelanggaran kampaye. Terutama pada proses penyidikan kasus pelanggaran kampaye yang melibatkan 14  Kepala Desa. Massa merasa  gerah dengan perilaku Gakumdu (Kepolisian , Kejaksaan dan Bawalu) dalam menangani laporan pelanggaran kampanye, terutama kasus  menyangkut  14 kepala desa Se-kecamatan Jetis pada Jumát, 2 Oktober 2020. Paska  gelar perkara  pada  Senin 2 November bertempat di Sat reskrim Polres Ponorogo. Tercium adanya indikasi, dugaan- dugaan upaya untuk melakukan SP3 terhadap kasus tersebut. 

Buntutnya, meledaklah aksi unjuk rasa yang diikuti hampir seribuan warga ini. Pengunjuk rasa selain melakukan orasi  juga membetangkan berbagai poster bertuliskan tuntutan –tuntutan. Intinya meminta kepada pihak kepolisian untuk bersikap netral dalam pilkada serentak 9 Desember.  Poster yang dibentangkan diantaranya bertuliskan ; Kalo SP3 Rakyat akan berontak, Lurah jangan ikutan serakah, Cukup unsur jangan diatur atur, limpahkan dan penegak hukum harus kembali ke fitrahnya. 

Didik  Haryanto, orator  aksi unjuk rasa  menyampaikan kepada Polres Ponorogo untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran pilkada yang dilakukan 14 kades. Jangan sampai polisi ikut bermain didalamnya.

“Aksi ini adalah aksi masyarakat Ponorogo dalam menghadapi Pilkada tahun 2020. Kita meminta kepada pengak hukum dalam hal ini polres Ponorogo, ASN dan juga kepala desa untuk bersikap adil, profesional sehingga terciptanya hasil pemilu yang berkualitas terpilihnya pimpinan bupati yang betul-betul bermoral,”tegas Didik.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Muhammad Noor Azis  didepan para demonstran menyampaikan akan melaksanakan tugas secara profesional. AKBP. Mucahmad Nur Aziz menyampaikan pihaknya akan menyeprintkan ke Gakumdu yang komandonnya berada Ketua Bawaslu Ponorogo. Dimana, nanti untuk penyidikan dan kelanjutan kasus akan serahkan kepada Ketua Bawaslu.

“Saya akan mengawal Pemilu ini dengan baik dan dengan jujur. Apapun hasilnya kami serahkan kepada Gakumdu. Saya tidak akan intervensi sama sekali dengan penyidikan ini,” jelas Kapolres  Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Aziz dihadapan demonstran.(wid)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Pohon Tumbang Menimpa Dapur Rumah Warga Banaran Pulung, Kondisi Rusak Parah

Dinamika Aktual

Begal Payudara Beraksi di Jenangan, Korban Terjatuh luka babras

Dinamika Aktual

Brigade Alsintan , Siap Cek Info Kelangkaan Alsintan Yang Sebabkan Petani Kesulitan Panen Padi

Dinamika Aktual

Penjualan Janur Ketupat di Pasar Legi Ponorogo Merosot Gegara Kwang Wung

Dinamika Aktual

Sewa Combine Tembus Rp. 700 Ribu , Petani Njleput Antara Biaya Panen dan Merosotnya Harga Gabah

Dinamika Aktual

340 Alfaexpress Tersebar di Jalur Mudik, Siap Penuhi Segala Kebutuhan Perjalanan

Dinamika Aktual

Sebuah Toko Kelontong di Tonatan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Dinamika Aktual

Dua Bocah TK di Sukorejo Ditemukan Meninggal di Sungai