Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Pengusaha Tahu Gelang Lor Bertahan Diterpaan Pandemi Covid Dan Melonjaknya Harga Kedelai


Dutanusantarafm-Desa Gelang Lor Kecamatan Sukorejo dikenal sebai sentra produksi tahu di Kabupaten Ponorogo. Terdapat 14 pengusaha tahu di desa tersebut yang sudah berpuluh-puluh tahun mewarisi usaha orang tua atau pendahulu mereka.

Masa pandemi covid 19 usaha pembuatan tahu di Desa gelang Lor bukan tanpa kendala dan hambatan. Kondisi perekonomian yang ikut menurun tentu dibarengi dengan minat atau daya beli juga berkurang. Bukan hanya itu sejak pertengahan bulan Desember 2020 sampai saat ini harga kedelai impor sebagai bahan baku utama pembuatan tahu juga ikut merangkak naik.

Kades Gelang Lor yang juga pemilik usaha tahu Budianto mengatakan produksi tahu dari desanya sudah cukup terkenal di Ponorogo. Hampir semua pasar di kecamatan menjual tahu yang dibuat dari pengusaha asal gelang lor. Bicara soal pemasaran sebenarnya tidaklah sulit untuk menjual tahu mereka. “termasuk dimasa pandemi pengusaha tahu tidaklah sulit memasarkan pruduksinya” ungkapnya.

Pada awal masa pandemi dengan menurunya daya beli masyarakat omset dari produksi tahu sempat menurun pada tiga bulan pertama. Lambat laun omset kembali normal yang membuat lega para pengusaha. Namun tanpa diduga menjelang akhir tahun 2020 harga bahan baku kedelai mulai naik, dan itu terjadi sampai hari ini.

Ia menjelaskan harga kedelai per liter awalnya berkisar tujuh ribu rupiah, namun kini sudah diangka sembilan ribu empat ratus rupiah per liter. Mahalnya harga kedelai itu tak pelak membuat pengusaha kelimpungan. Namun mereka tidak mau usahanya dihentikan begitu saja.

Sebagai solusi mahalnya harga kedelai impor maka para pengusaha menguangi ukuran tahu dengan tidak menaikkan harganya. “ harga perpotong tahu tetap seribu rupiah namun ukuranya lebih kecil dari biasanya” terangnya.

Dengan cara itu maka konsumen tetap bisa membeli tahu dengan harga terjangkau. Tahu produksi mereka juga tetap laku di pasaran. Saat ini ada dua jenis tahu yang menjadi andalan para pengusaha tahu di desa Gelang Lor Sukorejo, yaitu tahu mentah dan tahu gembos. Adapun produk tahu jenis lain misalnya keripik tahu juga pernah dicoba namun masih terkendala dengan pemasaran. “pemerintah desa sedang memikirkan macam produk lain apa yang mungkin bisa dibuat dan mudah pemasaranya” imbuhnya.

Yang membuat para pengusaha tetap bisa bertahan di masa pandemi dan mahalnya harga kedelai adalah karena mereka juga memiliki usaha peternakan sapi. Dua usaha ini saling terkait karena ampas kedelai bisa dimanfaatkannya untuk pakan ternak. Dengan begitu maka untuk menggemukkan ternak sapinya para peternak itu tidak lagi kesulitan mencari pakan. Sehingga dua usaha itu bisa saling menunjang yang bisa menambah pendapatan.

Sementara itu dengan semakin mahalnya harga kedelai ini para pengusaha tahu berharap ada campur tangan berupa bantuan atau subsidi dari pemerintah sehingga harga kedelai lebih bisa dijangkau. “ pengusaha tahu saat ini sudah menjerit, pemerintah diharapkan bisa turun tangan agar nasibnya tidak semakin terpuruk” pungkasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close