Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Selasa, 1 November 2022 - 14:19 WIB

Pemerintah Ancang-ancang Relokasi 160 Warga Terdampak Tanah Retak di Kecamatan Ngebel

CEK LOKASI : Kepala Desa Talun (jaket merah) bersama petugas dan perangkat desa saat mengecek lokasi tanah bengkok untuk kawasan relokasi di Dusun Sidomukti, Desa Talun, Kecamatan Ngebel pada Senin (31/10/2022).

CEK LOKASI : Kepala Desa Talun (jaket merah) bersama petugas dan perangkat desa saat mengecek lokasi tanah bengkok untuk kawasan relokasi di Dusun Sidomukti, Desa Talun, Kecamatan Ngebel pada Senin (31/10/2022).

Dutanusantarafm.com – Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersiap melakukan relokasi untuk 160 warga terdampak tanah retak dikawasan Bukit Banyon, di kaki Gunung Wilis. Yakni, warga Dusun Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel yang saat ini sedang mengungsi di rumah kepala desa setempat.

Camat Ngebel, Dwi Cahyanto menuturkan sesuai instruksi Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko pihaknya bersama Kepala Desa Talun sudah menyiapkan lokasi baru bagi warga yang tercatat dalam 40 Kepala Keluarga (KK) tersebut. Yakni di Dusun Sidomukti, yang merupakan petak tanah bengkok Desa Talun yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi pemukiman sebelumnya.

‘’Para warga terdampak ini, terdiri dari balita, lansia dan usia produktif. Mereka sebelumnya menempati lokasi dengan status zona merah. Jadi relokasi mungkin menjadi solusi terbaik,” ungkapnya pada Selasa (1/11/2022).

Karena, lanjut mantan Sekcam Ngebel itu wilayah zona merah itu berada di dalam lingkaran tanah retak. Tepatnya berada dibawah tanah retak, dengan lebar hampir 2 kilometer. Retakan itu berbentuk seperti tapal kuda. Sehingga ratusan warga tersebut, berpotensi menjadi korban bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Menurut Dwi, saat ini pihaknya sudah mengajukan proposal ke bupati terkait kebutuhan serta persiapan relokasi. Mengingat, tidak hanya menyiapkan lahan pihaknya juga membutuhkan dana operasional terkait pengadaan bahan baku untuk pembangunan fisik. Karena, relokasi kali ini bersifat permanen sehingga butuh dana besar untuk membangun tempat tinggal yang laik huni.

Kapan akan mulai dilaksanakan, dan berapa luas lahan yang akan dibangun Dwi mengaku semua diserahkan kepada pemerintah kabupaten. Apakah itu nanti akan dibuat seperti pemukiman pada umumnya, atau model perumahan.

‘’Semua kami serahkan sepenuhnya kepada pak Bupati, semoga bisa segera ada solusi terbaik. Sementara ini, kami hanya diminta untuk menyiapkan lahan. Dan alhamdulillah, Kepala Desa Talun sudah menyanggupi, dan insyaAllah lokasinya aman dari potensi bencana tanah retak ataupun longsor,’’ tuturnya.

Selain 40 KK yang rencananya direlokasi, ada ratusan warga dari enam RT di Desa Talun yang ikut mengungsi setelah ada tanah longsor di kawasan Bukit Banyon, pada Sabtu (29/10/2022) lalu. (Umi Duta)

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Sewa Combine Tembus Rp. 700 Ribu , Petani Njleput Antara Biaya Panen dan Merosotnya Harga Gabah

Dinamika Aktual

340 Alfaexpress Tersebar di Jalur Mudik, Siap Penuhi Segala Kebutuhan Perjalanan

Dinamika Aktual

Sebuah Toko Kelontong di Tonatan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Dinamika Aktual

Dua Bocah TK di Sukorejo Ditemukan Meninggal di Sungai

Dinamika Aktual

Ramadan Sampah Produksi Rumah Tangga di Ponorogo Naik 10 Persen

Dinamika Aktual

Penularan TBC pada Anak Harus Diwaspadai

Dinamika Aktual

Rumah Pedagang Sayur di Gontor Diobrak-abrik Pencuri, Saat Ditinggal Tarawih

Dinamika Aktual

Harga Ayam Potong Dari Peternak Saat Ini RP 21 Ribu /Kg