Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Jumat, 4 Desember 2020 - 13:05 WIB

Ngopi Virtual. Cara Paslon Ipong-Bambang Sampaikan Program Prioritas

Dutanusantarafm-Sepuluh Program unggulan pasangan Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono dikupas dalam program Ngopi Virtual-Ngobrol Program Ipong Bambang. Program yang disiarkan secara live youtube pada Kamis (3/12/2020) menghadirkan panelis akademisi Universitas Airlangga prof. Kacung Marijan, akademisi Ponorogo Dr. M. Suyudi.

Diantara sepuluh program paslon Ipong-Bambang adalah bantuan Kelompok Dasawisma bantuan 1-3 juta pertahun, operasional RT 2-5 juta pertahun, beasiswa pendidikan perluasan pemberian bpjs kesehatan, infrastruktur, pembangujlnan pariwisata seni budaya, pemuda dan olah raga, pertanian, peningkatan ekonomi, termasuk desa digital.

Ngopi virtual yang dipandu najih itu satu persatu program dikupas bersama dua orang panelis yang sudah tidak asing lagi ini. Kacung Marijan menyebut pemberdayaan masyarakat di level paling bawah sangat penting karena ini langsung menyentuh. Jika paslon Ipong-Bambang memprogramkan ada bantuan dana untuk kelompok dasa wisma dan bantuan operasional RT, ini dinilainya cukup bagus. “selama ini pelayanan yang ada ditingkat bawah dilakukan secara sukarela, jika mereka diperhatikan maka akan kebih baik.” ucapnya.

Tidak kalah penting pasangan ini juga sangat memperhatikan pembangunan sumber daya manusianya. Program pemberian beasiswa pendidikan dan perluasan bpjs kesehatan. M. Suyudi menyebut kunci kemajuan bangsa adalah pembangunan manusia salah satunya lewat pendidikan dan kesehatan. Dengan diberikanya beasiswa pendidikan maka anak dari keluarga kurang mampu tidak khawatir lagi untik melanjutkan pendidikanya. ” Jika badan sehat tetapi tidak pintar, atau pintar tidak sehat alias gampang sakit maka kurang sempurna” urainya.

Terkait perluasan bpjs kesehatan diharapkan akan mengurangi rasa kecemasan warga kurang mampu saat akan berobat ketika sakit. Problem di dunia kesehatan selama ini adalah kesulitan berobat karena tidak punya uang. “jika mereka sudah ditanggung pemerintah daerah maka akan merasa nyaman” tutur Kacung Marijan.

Seiring dengan kemajuan teknologi program desa digital yang sudah mulai dirintis oleh pemerintahan Ipong Muchlissoni juga diapresiasi kedua panelis. Desa digital sudah mulai diterapkan di belasan desa di Ponorogo tahun ini, dan akan terus dilanjutkan. Menurut prof. Kacung Marijan jika infrastruktur fisik sudah dikerjakan maka infrastruktur digital tidak boleh ditinggalkan. Karena infrastruktur digital seperti program desa digital bagian dari pembangunan yang harus dilaksanakan dimasa modern ini. Karena dengan program ini maka perekonomian bisa didorong, dengan memasuki pasar lebih modern. “Desa bisa memasarkan produknya lewat infraatruktur digital” tambahnya.

Namun ia mengingatkan bahwa infrastruktur digital ini harus dibarengi Literasi digital. Artinya pemahaman penggunaan infrastruktur digital harus gencar dilakukan kepada warga masyarakat. (de)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Pungutan Dana Sertifikasi Guru, Dalihnya Demi Peningkatan Kopentensi Spiritual dan Sosial

Dinamika Aktual

Korban Petasan Balon Udara di Desa Muneng Balong Ponorogo Meninggal di Surabaya

Dinamika Aktual

Bupati Sugiri Sancoko Melepas Keberangkatan 620 Jemaah Haji Ponorogo, Ini Pesannya

Dinamika Aktual

Pengendara Motor Tewas, Laka di Plampitan Setono Jenangan

Dinamika Aktual

Petasan Meledak Tengah Malam, 2 Remaja di Jambon Terluka

Dinamika Aktual

Nihil, KPU Ponorogo Pastikan Tidak ada Calon Perseorangan Pada Pilkada Ponorogo 2024

Dinamika Aktual

Aneka Penanda Unik pada Koper Jemaah Haji Ponorogo 2024

Dinamika Aktual

Sugiri Lisdyarita Mendaftar di Demokrat, Pengurus Beberapa Parpol Ikut Mengantar