Home / Dinamika Aktual / Kabar Kota Kita

Kamis, 28 Juli 2022 - 20:32 WIB

Musim Kemarau, Sejumlah Warga Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel Keluhkan Langkanya Air Bersih

Sejumlah warga saat bekerja bakti membuka jalan menuju sumber air di kawasan Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kamis (28/07/2022).

Sejumlah warga saat bekerja bakti membuka jalan menuju sumber air di kawasan Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kamis (28/07/2022).

Dutanusantarafm.com – Puluhan warga di Dukuh Pucuk, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo mengalami krisis air bersih. Langkanya pasokan air, diduga akibat adanya alih fungsi lahan di Perhutani seluas kurang lebih lima hektar.

Gunawan, 53 warga Rt 02/01 mengungkapkan sejak beberapa tahun terakhir pihaknya selalu mengalami kesulitan air bersih. Jika kemarau tiba, mereka harus berbagi sumber air dengan ratusan warga lainnya. Bahkan, sempat hanya menyetok air untuk kebutuhan minum dan memasak.

‘’Kalau mandi dan cuci baju, biasanya ditahan dulu. Karena memang sangat sulit mendapatkan air bersih secara melimpah,’’ terangnya Kamis (28/07/2022)

Gunawan menuturkan, bersama sekitar 150 warga lainnya saat ini sedang memanfaatkan sumber air di dukuh tetangga. Namun akibat kemarau, mereka harus berbagi.

Tidak ada yang bisa dilakukan Gunawan, maupun warga lainnya selain menghemat pengunaan air. Karena, dengan lokasi tempat tinggal di ketinggian 700 meter diatas permukaan laut mereka tidak bisa melakukan penggalian sumur.

Tidak berhenti disitu, masalah kembali muncul jika musim penghujan. Air yang keluar dari sumber itu berubah menjadi keruh, lantaran terdapat rembesan dari area persawahan. Saking keruhnya, Gunawan terpaksa harus mengendapkan terlebih dahulu air agar bisa dikonsumsi.

Keluhan yang sama juga disampaikan Sumali warga Rt 01/01. Agar bisa memenuhi kebutuhan air bersih, saat ini dia bersama warga lain berusaha mencari sumber mata air baru.

Akhirnya, sumber tersebut ditemukan namun berjarak sangat jauh dari daerah tempat tinggal mereka. Yakni, sekitar 12 kilometer. Tepatnya di Desa Talun, titik petak 83 B RPH Ngebel, BKPH Wilis Barat, KPH Lawu Ds.

‘’Ada yang pernah mencoba, sampai kedalaman 100 meter namun sumber air tetap tidak bisa keluar,’’ imbuhnya.

Diakui Sumali, sebenarnya dibawah permukimannya banyak sekali sumber air.  Namun, sumber air tersebut sudah dimanfaatkan penduduk yang bertempat tinggal di kampung bawah.

Saat ini, kata Sumali dia bersama warga lain sedang mengembangkan temuan sumber mata air tersebut. Salah satunya dengan memasang bak tampungan sementara, sebagai salah satu tanda jika warganya berencana mengambil air bersih di tempat tersebut.

Hanya saja, air tersebut belum bisa dimanfaatkan karena tidak adanya biaya pembuatan pipa atau saluran air. (Umi Duta)

Berita ini 125 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Pohon Tumbang Menimpa Dapur Rumah Warga Banaran Pulung, Kondisi Rusak Parah

Dinamika Aktual

Begal Payudara Beraksi di Jenangan, Korban Terjatuh luka babras

Dinamika Aktual

Brigade Alsintan , Siap Cek Info Kelangkaan Alsintan Yang Sebabkan Petani Kesulitan Panen Padi

Dinamika Aktual

Penjualan Janur Ketupat di Pasar Legi Ponorogo Merosot Gegara Kwang Wung

Dinamika Aktual

Sewa Combine Tembus Rp. 700 Ribu , Petani Njleput Antara Biaya Panen dan Merosotnya Harga Gabah

Dinamika Aktual

340 Alfaexpress Tersebar di Jalur Mudik, Siap Penuhi Segala Kebutuhan Perjalanan

Dinamika Aktual

Sebuah Toko Kelontong di Tonatan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Dinamika Aktual

Dua Bocah TK di Sukorejo Ditemukan Meninggal di Sungai