Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Jumat, 29 Januari 2021 - 17:34 WIB

Kisruh Lapak Hilang 9, Rakor Perdagkum Dengan Pedagang Pasar Legi Buntu Lagi

Rapat Koordinasi ke 3 antara Dians perdagkum dengan Pedagang Pasa Legi gagal capai kata sepakat

Rapat Koordinasi ke 3 antara Dians perdagkum dengan Pedagang Pasa Legi gagal capai kata sepakat

DUTANUSANTARAFM.COM :  Rapat koordinasi  antara pedagang toko pasar legi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo pada Jumat (29/01/2021)  di masjid pasar relokasi berakhir buntu lagi. Rapat koordinasi yang membahas pembagian kios lantai 1 ini merupkan yang ke 3 kalinya dan kembali berakhir tanpa kata sepakat. Para pedangan  bersikukuh meminta  kios mereka dikembalikan  jumlahnya 34  dan 10 lainnya masuk lantai 2 sesuai zonasi. .

Setyo Eko Wahono, Ketua Forum Komunikasi Pedagang Kios Pasar Legi menjelaskan rapat koordinasi  terkait pembagian kios ini sudah dilakukan sebanyak 3 kali dan semuanya berakhir buntu karena pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagkum dianggap kurang trasparan. Dari 9 kios yang disisihkan untuk fasilitas umum  di ketahui 3 untuk perbankan, 2 untuk pedagang emas, 2 untuk  UMKM, 1 untuk kepolisian (pengamanan bersama) dan  1 untuk kejaksaan.

“Yang kita minta sekarang ini penjalasan 1 kios untuk Kejaksaan itu untuk apa ? kan ini aneh, masa kejaksaan akan memberikan pelayanan di pasar .  Selanjutnya yang 2 kios untuk pedagang emas  itu, kenapa tidak pedangan emas lama  yang diberi kios kenapa pedagang baru dari luar. Ini tidak masuk akal,” jelas Eko.

Sementara itu Widodo Kasi  Penataan Pedagang Dinas Perdagkum Ponorogo  saat membacakan notulen rapat koordinasi  menyampaikan rakor untuk sementara  menghasilkan keputusan ; pertama, pedagang tetap menginginkan 34 toko diatur sendiri oleh pedagang dan siap zonasi yang baru. Kedua,  langkah zonasi akan dilaksanakan  setelah fik 34 kios  dikembalikan. Ke 3 ,  kios untuk bank , konsultan hukum dan keamanan atas nama instansi, juga meminta trasparasi dua pedagang mas.

“Jika  pemerintah mengharuskan ada toko emas  para pedagang siap mengisinya disitu, “jelas Widodo saat membacakan hasil notulen rapat .(wid)

Berita ini 2 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Selesaikan Sawoo, Kejari Ponorogo Siap Usut Kasus Korupsi Baru

Dinamika Aktual

Bedol Desa, 8 Perangkat Desa Sawoo Ditetapkan Tersangka Kejari Ponorogo

Dinamika Aktual

Dukung Produk Halal, Butuh Semakin Banyak Juleha di Ponorogo

Dinamika Aktual

Satu Korban Luka, Dua Motor Tabrakan di Siman

Dinamika Aktual

Ipong Muchlissoni Daftar di PKB, Demokrat dan PAN, Ingin Bentuk Koalisi Besar

Dinamika Aktual

Bersih Kelurahan Kepatihan Ponorogo, Semarak Tumpeng Purak

Dinamika Aktual

Didik Subagio Ikut Bersaing Peroleh Rekom Bacalon Bupati Ponorogo dari PKB

Dinamika Aktual

Laka Tabrak dari belakang di Jenangan, Akibatkan Satu Korban Meninggal Dunia