Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Sabtu, 5 November 2022 - 11:05 WIB

Kementerin PPPA Turun Gunung Kuatkan Mental Puluhan Ribu Santri di Ponorogo

GAYENG : Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Kementerian PPPA Elfi Hendrani didampingi Kepala Dinsos dan PPPA Ponorogo Gulang Winarno saat sarasehan bersama puluhan wakil pondok pesantren di pendapa kabupaten setempat pada Jumat (4/11/2022).

GAYENG : Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Kementerian PPPA Elfi Hendrani didampingi Kepala Dinsos dan PPPA Ponorogo Gulang Winarno saat sarasehan bersama puluhan wakil pondok pesantren di pendapa kabupaten setempat pada Jumat (4/11/2022).

Dutanusantarafm.com –Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) turun gunung. Mereka sengaja datang untuk memberikan motivasi sekaligus penguatan mental kepada puluhan ribu santri di Kabupaten Ponorogo. Sedikitnya ada 112 pondok pesantren, dengan total santri mencapai 36 ribu yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Kementerian PPPA Elfi Hendrani menuturkan penguatan mental wajib diberikan kepada para santri tersebut.

Mengingat, hingga saat masih banyak pondok pesantren yang hanya berfokus pada Pendidikan kelimuan. Sementara, hak dan perlindungan terhadap kondisi psikologis anak masih kurang diperhatikan. Sedikitnya ada 112 pondok pesantren, dengan total santri mencapai 36 ribu yang ikut dalam kegiatan tersebut.

‘’Selama ini kami baru melaksanakan penguatan serta perlindungan anak daerah untuk sekolah dan madrasah. Sedangkan untuk pondok pesantren itu belum, jadi di Ponorogo ini yang jadi pertama kali,’’ terang Eni di sela kegiatan Jumat (4/11/2022).

Dengan adanya pencanangan Pesantren Ramah Anak kali ini, lanjut Eni diharapkan kedepannya para pengurus pondok pesantren mampu memberikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus, serta adanya penerapan kaidah pencegahan dan penanganan berbasis kepada hak dan perlindungan anak.

Melalui program tersebut, diharapkan para santri bisa mendapatkan kematangan mental dan mampu memulihkan kondisi kejiwaan saat menghadapi kasus-kasus yang berkaitan dengan pelanggaran hak anak.

Dipilihnya Ponorogo, kata Elfi karena selain memiliki ratusan pondok pesantren baik legal maupun ilegal dengan puluhan bahkan ratusan ribu santri respon dan komitmen pemerintah sangat positif dalam menghadapi permasalahan hak anak dalam lingkup pesantren. Elfi menampik jika program tersebut berkaitan dengan munculnya kasus yang terjadi di Pondok Modern Gontor beberapa waktu lalu.

‘’Kasus kekerasan pada anak, khususnya santri tidak hanya terjadi di Ponorogo, banyak daerah lain yang ada insiden serupa. Tetapi kami memilih Ponorogo dan menjadikan daerah ini sebagai permodelan karena respon dan komitmen pemerintah sangat mendukung terhadap pemenuhan dan perlindungan hak anak,’’ tegasnya. (Umi Duta)

Berita ini 33 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Begal Payudara Beraksi di Jenangan, Korban Terjatuh luka babras

Dinamika Aktual

Brigade Alsintan , Siap Cek Info Kelangkaan Alsintan Yang Sebabkan Petani Kesulitan Panen Padi

Dinamika Aktual

Penjualan Janur Ketupat di Pasar Legi Ponorogo Merosot Gegara Kwang Wung

Dinamika Aktual

Sewa Combine Tembus Rp. 700 Ribu , Petani Njleput Antara Biaya Panen dan Merosotnya Harga Gabah

Dinamika Aktual

340 Alfaexpress Tersebar di Jalur Mudik, Siap Penuhi Segala Kebutuhan Perjalanan

Dinamika Aktual

Sebuah Toko Kelontong di Tonatan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Dinamika Aktual

Dua Bocah TK di Sukorejo Ditemukan Meninggal di Sungai

Dinamika Aktual

Ramadan Sampah Produksi Rumah Tangga di Ponorogo Naik 10 Persen