Dinamika AktualKabar Kota Kita

Kampung KB Banyudono Ponorogo, Masuk 4 Besar Provinsi Lolos Setelah Sisihkan 30 Peserta

Dutanusantarafm.com- Menonjolkan ikon batik khas Ponorogo, Kampung KB Banyudono masuk 4 besar Provinsi Jawa Timur. Kampung tersebut berhasil menyisihkan 30 peserta se-Jawa Timur dalam kategori pengelolaan kampung KB.

Tim Juri dari BKKBN Jawa Timur, Uni Hidayati mengatakan lolosnya Kampung KB Banyudono sudah melalui tahapan seleksi. Khususnya bidang administrasi.

Dari 30 profil kampung KB, tim juri memutuskan empat profil yang lolos. Meliputi Ponorogo, Trenggalek, Kabupaten Malang dan Kota Pasuruan.

“Seleksinya sangat ketat. Ada yang mengirimkan dua sampai 3 profil. Dan semua bagus. Termasuk Ponorogo ini,” ungkapnya disela acara penjurian kemarin (31/5).

Uni menuturkan lomba yang digelar itu, juga merupakan wadah pembinaan untuk masyarakat serta kelompok kerja (pokja) di kampung KB.

Melalui lomba tersebut, Uni juga berharap agar masyarakat setempat mampu mengembangkan potensi diri dan juga kampung setempat. Dengan tujuan akhirnya, untuk mensejahterakan masyarakat dan keluarga.

“Ini wadah pemberdayaan masyarakat. Ini rumah yang dimasuki seluruh dinas lintas sektor,” katanya.

Uni mencontohkan, jika ada yang anak putus sekolah bisa kordinasi dengan dinas pendidikan sehingga bisa mengentaskan anak anak yang butuh sekolah.

Kampung KB, lanjut Uni awalnya merupakan kampung keluarga berencana. Namun, sesuai SE Mendagri yang diterbitkan pada 2020 berubah menjadi kampung keluarga berkualitas.

“Artinya menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas dari sisi ekonomi, kesehatan, gizi dan pendidikan,” paparnya.

Kepala BKKBN Kabupaten Ponorogo, Hardjono mengungkapkan rasa bangga atas prestasi Kampung KB Banyudono tersebut. Butuh waktu tiga tahun, untuk melakukan pendampingan serta treatment bagi seluruh Kampung KB. Termasuk Kelurahan Banyudono.

“Kampung KB ini bukan hanya milik BKKBN. Tapi milik bersama. Ini merupakan wadah keterpaduan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Melalui kerjasama tersebut, mampu mewujudkan masyarakat berkualitas sesuai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Seperti umur harapan lebih lama, tingkat pendidikan lebih tinggi dan daya ekonomi lebih baik.

“Anggaran DAK non fisik bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan. Seperti pelaksanaan pelatihan di Kampung KB ini. Sehingga bisa menumbuhkan masyarakat yang kreatif dan memiliki skill berdaya ekonomi,” imbuhnya.

Sebagai contoh, pihaknya bekerja sama dengan BLK yang ada di Ponorogo. Seperti pelatihan batik, rias pengantin, tata boga serta las.

“Setelah ikut pelatihan, masyarakat bisa berproduksi mandiri untuk batik. Begitu juga rias pengantin maupun usaha yang lain,” tuturnya.

Kepada Kampung KB yang lain, Hardjono berharap agar bisa terus mengembangkan potensi diri dan masyarakat. Sehingga, tujuan dibentuknya Kampung KB bisa terwujud. (Umi Duta)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close