Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Jumat, 20 Januari 2023 - 14:30 WIB

Jadi Titik Lokalisasi Ilegal, Pemdes Tutup Pasar Janti. Akan Ada Revitalisasi Pasar Baru

Dutanusantarafm.com – Warung remang Pasar Janti, Ngrupit Ponorogo ditutup. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat akan merevitalisasi pasar, dan menyulapnya menjadi pasar baru.

Suherwan, Kepala Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan mengatakan belum diketahui sejak kapan Pasar Janti berubah menjadi warung remang-remang tersebut. Karena situasi tersebut, sudah ada sejak dia kali pertama menjabat yakni 2019 lalu.

“Kata masyarakat sekitar, awalnya Pasar Janti beroperasi seperti pasar pada umumnya. Banyak warung kopi disini, tapi lama kelamaan jadi warung remang-remang, ” katanya, Kamis (19/1/2023).

Karena itu, Suherwan akan menutup dan merevitalisasi pasar tersebut. Tentunya dengan desain yang lebih modern, dan berfungsi sebagaimana mestinya sebuah tempat transaksi ekonomi. Sehingga, trade mark yang dimunculkan akan berbeda.

Untuk memuluskan rencananya, saat ini Pemdes sedang menyiapkan peraturan desa (perdes) terkait kebijakan tersebut. Menurut Suherwan, revitalisasi harus segera dilaksanakan mengingat kondisi pasar saat ini sudah beralih fungsi.

“Kami tidak ingin Desa Ngrupit terkenal hanya gara-gara Pasar Janti di salah fungsikan. Semua bangunan ini akan kami ratakan tanah,” imbuhnya.

Saat ini, Pasar Janti memiliki luas mencapai lebih dari dua hektar. Luasan itu dihuni sedikitnya 30an warung kopi dan usaha kuliner. Biasanya, para Wanita Pekerja Seks (WPS) menjajakan jasa mereka di warung-warung tersebut. Tidak heran jika di sejumlah warung tersedia kamar-kamar, atau skat yang berfungsi untuk bertransaksi.

Bentuk bangunannya pun, sudah berubah menjadi lebih kumuh dan tidak sehat. Banyak bilik-bilik, dan kamar seperti tempat kos-kosan. Bahkan lebih mirip seperti kawasan lokalisasi.

Pemdes, kata Suherwan sudah menyiapkan dana sebesar Rp 25 juta bersumber dari Dana Desa (DD) untuk tahap pertama. Jumlah itu, akan digunakan untuk proses renovasi.

Camat Jenangan, Erni Haris mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan yang dipilih Suherwan. Bahkan, sebagai Ketua Tim Verifikasi APBDes Erni menyetujui rencana renovasi pasar tersebut.

“Dari yang saya lihat l, selama ini pasar tersebut sepi. Semoga dengan adanyanrenovasi, nantinya bisa lebih produktif. Mungkin bisa di sulap jadi pasar wisata, desa wisata atau lokasi bisnis lainnya yang lebih menjanjikan prospeknya,” paparnya.

Sementara itu, Sukatmi salah seorang pemilik warung tidak menampik jika mema ada transaksi esek-esek di pasar tersebut. Namun, jika harus di tutup dia berharap agar tetap bisa berjualan meski hanya sebatas warung kopi biasa.

“Kalau saya ikut saja, yang penting bisa berjualan di Pasar Janti. Tidak ada “mbak-mbak” nya juga ndak apa-apa. Asal jangan ditutup,” harapnya. (Umi Duta)

Berita ini 38 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Begal Payudara Beraksi di Jenangan, Korban Terjatuh luka babras

Dinamika Aktual

Brigade Alsintan , Siap Cek Info Kelangkaan Alsintan Yang Sebabkan Petani Kesulitan Panen Padi

Dinamika Aktual

Penjualan Janur Ketupat di Pasar Legi Ponorogo Merosot Gegara Kwang Wung

Dinamika Aktual

Sewa Combine Tembus Rp. 700 Ribu , Petani Njleput Antara Biaya Panen dan Merosotnya Harga Gabah

Dinamika Aktual

340 Alfaexpress Tersebar di Jalur Mudik, Siap Penuhi Segala Kebutuhan Perjalanan

Dinamika Aktual

Sebuah Toko Kelontong di Tonatan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Dinamika Aktual

Dua Bocah TK di Sukorejo Ditemukan Meninggal di Sungai

Dinamika Aktual

Ramadan Sampah Produksi Rumah Tangga di Ponorogo Naik 10 Persen