Home / Dinamika Aktual / Kabar Kota Kita

Rabu, 12 Agustus 2020 - 14:26 WIB

GEBYAK REYOG LEMBAH SARANA SOSIALSIASI ADAPTASI KEBIASAAN BARU COVID-19

Anak anak Desa Lembah mengikuti pentas gebyak reyog di masa adaptasi kebiasaan baru.

Anak anak Desa Lembah mengikuti pentas gebyak reyog di masa adaptasi kebiasaan baru.

DUTANUSANTARAFM.COM: Seni pertunjukan Reyog Ponorogo kembali menggeliat setelah sekian lama ditiadakan akibat adanya pandemi Covid-19, utamanya setelah dilaunching oleh Pemkab Ponorogo satu bulan lalu, dengan nama Reyog New Normal Atau Reyog Adaptasi Kebiasaan Baru. Namun Reyog yang diperbolehkan masih sebatas pertunjukan Reyog Rutin bulanan setiap tanggal sebelas dan di jadwal bergilir antara desa  Seperti halnya pagelaran Reyog yang diselenggarakan Pemerintah Desa Lembah, Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.

Pagelaran Reyog didesa Lembah kecamatan Babadan juga sebagai saranan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru. Sehingga semua tahapan Protokol kesehatan covid-19 ketat diterapkan, semisal para penari Jathil yang wajib mengenakan faceshield dan pergantian gigitan dadak merak bagi para pembarong, meski semua protokol kesehatan tidak sepenuhnya dapat diterapkan.

Pemerintah kabupaten Ponorogo sendiri sebetulnya telah mengeluarkan SOP terkait pertunjukan Reyog Adaptasi Kebiasaan Baru diantaranya tidak boleh dilakukan diruang terbuka namun wajib di halaman Desa/Kelurahan sehingga mampu membatasi penonton. Namun kenyataan dilapangan berkata lain.

“ Ya yang paling sulit itu jaga jarak terutama kalau ada pertunjukan seperti ini. Kecuali pertunjukan diruang tertutup,” ungkap Heri Setyo Kurniawan , Kepala Desa Lembah kecamatan Babadan, Selaa (11/08/2020) .

Begitu pula protokol kesehatan bagi para pemain. Di akui Heri sosialisasi jauh-jauh hari telah ia lakukan baik kepada para pemain maupun masyarakat penonton, meski dalam prakteknya masih mengalami kendala.Meskipun demikian sejumlah upaya telah dilakukan panitia penyelenggara pertunjukan hal ini nampak dari penyediaan penyediaan masker bagi yang tidak pakai , penyediaan tempat cuci tangan, pemeriksaan termogan, penyediaan bilik sterilisasi dan penyediaan tempat duduk secara berjarak.

Pertunjukan Seni Reyog Ponorogo Manggolo Mudo Desa Lembah Babadan seolah menjadi pengobat Rindu masyarakat atas tradisi kebanggaan mereka yang telah lama vakum karena Covid-19. Pertunjukan demi pertunjukan mulai Tarian Jathil, Atraksi Lincah Bujang Ganong yang diperagakan Anak-anak hingga Remaja, Prabu Kelana Sewandono hingga munculnya Ikon Dadak Merak menyedot ratusan pengunjung.

Untuk sementara waktu pertunjukan Reyog digelar secara bertahap dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini. Yang dulunya pertunjukan Reyog digelar diseluruh desa namun saat ini hanya satu desa secara berggantian per bulannya  pada tiap kecamatan. Namun karena kebijakan inilah yang juga dikhahwatirkan makah memicu masyarakat desa lain untuk berbondong-bondong. Sehingga usaha mengunci kerumunan secara lokal sulit dilakukan. (end)

Berita ini 2 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Selesaikan Sawoo, Kejari Ponorogo Siap Usut Kasus Korupsi Baru

Dinamika Aktual

Bedol Desa, 8 Perangkat Desa Sawoo Ditetapkan Tersangka Kejari Ponorogo

Dinamika Aktual

Dukung Produk Halal, Butuh Semakin Banyak Juleha di Ponorogo

Dinamika Aktual

Satu Korban Luka, Dua Motor Tabrakan di Siman

Dinamika Aktual

Ipong Muchlissoni Daftar di PKB, Demokrat dan PAN, Ingin Bentuk Koalisi Besar

Dinamika Aktual

Bersih Kelurahan Kepatihan Ponorogo, Semarak Tumpeng Purak

Dinamika Aktual

Didik Subagio Ikut Bersaing Peroleh Rekom Bacalon Bupati Ponorogo dari PKB

Dinamika Aktual

Laka Tabrak dari belakang di Jenangan, Akibatkan Satu Korban Meninggal Dunia