Home / Dinamika Aktual / Kabar Kota Kita

Selasa, 30 Januari 2024 - 19:20 WIB

Februari Intensitas Hujan Meningkat, BPBD Ponorogo Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Dutanusantarafm-Ancaman bencana alam hidrometeorologi diprediksi akan semakin bertambah di bulan Februari 2024, seiring meningkatnya intensitas hujan. Bencana alam tersebut adalah banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat cuaca ekstrim.

Meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi itu disampaikan oleh Kepala pelaksana BPBD Ponorogo Masun saat menjadi nara sumber acara Bincang Duta di Radio Duta Nusantara fm, Selasa (30/1/2024). Talk show dengan topik mitigasi dan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi yang dipandu Ade Hadi tersebut juga menghadirkan Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Ponorogo Muh Kujaeni.

Masun menyampaikan sesuai ramalam BMKG hujan intensitas tinggi di Jawa Timur termasuk Kabupaten Ponorogo akan terjadi pada bulan Februari, November dan Desember 2024. Meningkatnya intensitas hujan itu bisa berpotensi juga terhadap meningkatnya bencana hidrometeorologi.

“ Pada bulan Januari ini sudah terjadi bencana longsor dan angin kencang akibat cuaca ekstrim. Jika intensitas hujan pada bulan Februari meningkat, maka bencana banjir juga harus diwaspadai” Terang Masun.

Bencan alam longsor antara lain sudah terjadi di Desa Banaran dan bekiring Kecamatan Pulung, wilayah Kecamatan Pudak, dan Ngebel. Sedangkan bencana yang disebabkan oleh angin kencang selama bulan Januari 2024 antara lain terjadi di Desa Ngrupit Jenangan, Desa Brahu Kecamatan Siman, Desa Prayungan Kecamatan Sawoo.

“ Akibat angin kencang itu ada belasan bangunan yang rusak ringan hingga rusak berat, mobil tertimpa pohon, termasuk jaringan listrik dan internet yang terganggu. Yang paling parah adalah bencana angin kencang yang melanda Desa Prayunan Sawoo” urainya.

Masun mengingatkan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk warga masyarakat itu sendiri. Sebagai bentuk kerjasama dengan prinsip gotong-royong maka BPBD Ponorogo pun telah menyiapkan posko hidrometerologi .

“Posko hidrometeorologi sudah kita siapkan. BPBD Ponorogo sangat berharap bantuan dari terkait lain, salah satunya FPRB” tambahnya.

Sementara itu Ketua FPRB Kabupaten Ponorogo Muh Kujaeni mengatakan,unsur pentahelix yang tergabung dalam FPRB siap membantu BPBD Ponorogo untuk berkolaborasi dan berkoordinasi melakukan upaya pencegahan, penanganan termasuk pasca bencana.

“FPRB punya tanggung jawab dalam persoalan bencana, kita adalah mitra BPBD “ terang Kujaeni.

FPRB terdiri dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, media, dunia usaha, masyarakat. Dalam kaitanya dengan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana maka FPRB Ponorogo telah melakukan sejumlah langkah, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

L“Upaya pencegahan terjadinya bencana adalah langkah konkrit yang harus dilakukan,agar dampak “bencana bisa diminimalisir. Dalam hal penanganan bencana dan membantu mengatasi dampak yang diakibatkan FPRB berusaha semaksimal mungkin ikut berkontribusi. FPRB mempunyai anggota banyak relawan, koordinasi akan dilakukan dengan BPBD agar setiap penanganan bisa tepat waktu, guna dan sasaran” tukasnya. (de)

Berita ini 74 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Begal Payudara Beraksi di Jenangan, Korban Terjatuh luka babras

Dinamika Aktual

Brigade Alsintan , Siap Cek Info Kelangkaan Alsintan Yang Sebabkan Petani Kesulitan Panen Padi

Dinamika Aktual

Penjualan Janur Ketupat di Pasar Legi Ponorogo Merosot Gegara Kwang Wung

Dinamika Aktual

Sewa Combine Tembus Rp. 700 Ribu , Petani Njleput Antara Biaya Panen dan Merosotnya Harga Gabah

Dinamika Aktual

340 Alfaexpress Tersebar di Jalur Mudik, Siap Penuhi Segala Kebutuhan Perjalanan

Dinamika Aktual

Sebuah Toko Kelontong di Tonatan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Dinamika Aktual

Dua Bocah TK di Sukorejo Ditemukan Meninggal di Sungai

Dinamika Aktual

Ramadan Sampah Produksi Rumah Tangga di Ponorogo Naik 10 Persen