Highlight NewsKabar Kota Kita

Bupati Ipong: “Heran Saya Saat Pandemi Kok Ada Acara Seperti itu”

Dutanusantarafm com-Soal Pengukuhan Pengawas Dan Kepala Sekolah SMA Di Surabaya menuai komentar Bupati Ipong Muchlissoni. Orang nomer satu di Ponorogo inipun menganggap aneh jika ada acara yang melibatkan hingga ratusan orang disaat ada pandemi korona. Acara pengukuhan Pengawas dan Kepala Sekolah SMA di Gedung Graha Abdi Praja BKD Jalan Jemur Andayani 1 Surabaya, 20 Mei 2020 itupun membuatnya heran.

“Sampai saat ini belum ada informasi resmi bahwa ada yang terpapar korona dari peserta pengukuhan itu. Namun begitu harus dipastikan bagaimana kondisi peserta asal Ponorogo” ungkap Ipong. Setelah diketahui ada 14 orang asal Ponorogo yang mengikuti acara itu, maka langsung dilakukan rapid test.

“rapid test terhadap 14.orang tersebut sudah dilakukan Selasa pagi, dan hasilnya non reaktif” terangnya. Kondisi 14 orang dari Kabupaten Ponorogo yang ikut pengukuhan Kepala Sekolah dan pengawas SLTA di Surabaya tanggal 20 Mei 2020 tersebut saat ini juga sehat.

Ipong kepada dutanusantarafm.com menjelaskan, rapid test baru dilakukan Selasa pagi, karena heboh soal berita klaster Dinas Pendidikan baru diketahui dari medsos Senin (01/01/2020). Ia-pun langsung berkoordinasi dengan propinsi dan cabang diknas untuk dilakukan rapid test.

Rencananya setelah rapid test pertama selasa pagi, tujuh hari lagi akan dilakukan rapid test kembali terhadap ke 14 orang tersebut. “informasi yang saya peroleh terkait kabar ada yang terpapar korona satu orang meninggal di Jombang ada yang bilang karena sakit lambung, sedangkan satu di Mojokerto hasil swap nya belum keluar. ” tambahnya. Dengan begitu bisa dikatakan acara itu belum pasti menghasilkan covid 19.

Namun ia menyayangkan sebelumnya tidak ada pemberitahuan dan koordinasi dari propinsi dan cabang dinas pendidikan terkait acara tersebut. “Memang acara itu yang mengadakan provinsi pesertanya pun pengawai Provinsi bukan pegawai Kabupaten. Tetapi mereka kan warga Ponorogo,” tambahnya.

Ipongpun meminta Kepala Cabang Dinas agar mereka yang menjalani rapid test tidak banyak keluar. “Sementara bekerja dari rumah dulu saja tidak usah ke kantor, sampai betul betul nantinya lolos rapid test kedua ,” pungkasnya. (san)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close