Kabar Kota KitaSekitar Kita

BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Perawatan Ojol Korban Kecelakaan Hingga Rp 1,2 M

Dutanusantarafm-Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Anggoro Eko Cahyo menekankan pentingnya perlindungan atas jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja. Hal itu karena setiap pekerjaan memiliki resiko adanya kecelakaan.

Hal itu disampaikan Anggoro seusai menjenguk seorang peserta BPJamsostek yang mengalami kecelakaan kerja yang tengah dirawat di RS Siloam, Surabaya pada Jumat (4/3/2022).

Anggoro ditemani Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Andie Megantara dan Direktur Kepesertaan BPJamsostek, Zainudin.

Pasien yang merupakan peserta BP Jamsostek itu adalah Agung Dwi Cahyono, pengemudi ojek online (ojol) yang jadi korban tabrak lari ketika mengambil orderan pelanggan.

Akibat kejadian tersebut, Agung harus menjalani dua kali operasi kepala (trepanasi). Hanya saja, sampai dengan saat ini dirinya masih belum sadarkan diri.

Selama dirawat 96 hari dan dioperasi dua kali, biaya pengobatan Agung ternyata mencapai Rp1,22 miliar. Tapi, itu semua dipastikan Anggoro ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Ini terjadi lantaran Agung telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek sejak 2018.

Agung memgikuti dua program perlindungan, yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dengan premi Rp16.800 per bulan.

“Sesuai dengan amanat undang-undang, untuk kejadian kecelakaan kerja ini akan diberikan layanan pengobatan dan perawatan sampai yang bersangkutan sembuh atau pengobatan dinyatakan selesai secara medis, tanpa ada batasan biaya. Itu sudah jadi komitmen kami,’’ tegas Anggoro

Setelah mengalami kecelakaan, Agung langsung dilarikan ke RS Siloam. Rumah sakit itu ditunjuk sebagai pusat layanan kecelakaan kerja (PLKK).

Penanganan medis terhadap korban langsung ditangani cepat tanpa harus keluarga yang bersangkutan memikirkan biaya rumah sakit.

Selain RS Siloam, kerja sama PLKK juga dilakukan BP Jamsostek dengan banyak rumah sakit di Indonesia. Kerja sama ini dianggap penting lantaran dari 234.370 kejadian kecelakaan kerja sepanjang 2021, sekitar 29,40 persen atau 68.905 kasus diantaranya merupakan kecelakaan lalu lintas.

Sobibatur, istri Agung mengaku terbantu atas manfaat menjadi peserta program JKK BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, selama dirawat upah Agung dibayar penuh oleh BPJamsostek lewat santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB).

STMB diberikan 100 persen selama enam bulan pertama. Lalu, enam bulan kedua 100 persen lagi. Dan, enam bulan seterusnya hingga dinyatakan sembuh diberikan sekitar 50 persen.

Ketua Satgas Gojek Surabaya, Agus Bandrio, mengapresiasi dan berkomitmen mendukung implementasi sekaligus edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan pada para mitra yang belum menjadi peserta.

“Saya telah menjadi saksi perawatan (biaya) tanpa batas akibat kecelakaan kerja. Fakta ini harus disampaikan kepada para mitra Gojek di mana pun berada,’’ ujarnya.

Saat ini ada lima program yang diselenggarakan oleh BPJamsostek. Selain JKK dan JKM, ada jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun serta jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Khusus untuk pekerja sektor bukan penerima upah (BPU), seperti ojol, pedagang, petani, nelayan dan profesi bersifat individual lainnya bisa memilih mendaftar untuk minimal dua program, JKM dan JKK.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Honggy Dwinanda Hariawan, mengajak masyarakat untuk segera mendaftar sebagai peserta BPJamsostek.

Pendaftaran online di www bpjsketenagakerjaan.go.id, aplikasi JMO, kantor pos dan agen bank.

“Sisihkan Rp16.800 per bulan, seandainya terjadi risiko, seluruh biaya perawatan akan di-cover oleh BPJamsostek sampai sembuh,’’ pungkasnya (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close