GalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Bocah SD Asal Kadipaten Meninggal Setelah Hanyut Terbawa Air

Dutanusantarafm-Diduga Karena tidak bisa berenang seorang bocah (MH) hanyut terbawa air di sungai trasakan Kelurahan Kadipaten Kecamatan babadan Ponorogo, Senin, tgl 23 November 2020, Pukul 14.30 Wib. MH bocah kelas 4 SD ini hanyut terbawa air sejauh sekitar 1 km, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di sungai jarakan kelurahan Keniten pada pukul 15.15 wib.

Kapolsek Babadan Iptu Yudi Kristiawan mengatakan Kronologis kejadian korban (8rh) alamat Jl. Parang Parung itu bermain di zungai bersama tiga orang temannya HI umur 12 th, IFumur 11 tahun pelajar, NO, umur 11 tahun pelajar. Saat korban dan teman-temannya sedang mandi di tengah sungai, tiba-tiba datang air bah (banjir). Pada saat itu teman-teman korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai dan ditolong oleh dua orang warga setempat. Namun korban MH yang tidak sempat menyelamatkan diri akhirnya hanyut terbawa arus sungai.

Yudi menambahkan mengetahui korban hanyut terbawa arus sungai, saksi meminta bantuan kepada warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan.

Anggota Polsek dan warga lalu menyisir sungai mencari korban, dan akhirnya berhasil ditemukan di sungai Jarakan Keniten dalam keadaan meninggal dunia. Korban dievakuasi dan di bawa ke RSUD Harjono Ponorogo guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek menerngkan dari pemeriksaan petugas medis dan kepolisian tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. “Meninggalnya korbsn karena musibah laka air.” jelasnya.

Jenasah korban selanjutnyavdi serahkan kepada keluarga mengurus proses pemakaman. Yudi juga menghimbau memasuki musim hujan ini agar orang tua mewanti-wanti anaknya agar tidak mandi atau bermain di sungai. ” Karena datangnya luapan air tidak bisa diketahui atau diprediksi” pungkasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close