Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Banyak Warga Tertarik Adopsi Bayi Jetis Yang Ditelantarkan

Dutanusantarafm-Setelah tersiar kasus penelantaran bayi di masjid An Nur Desa kutu kulon Kecamatan Jetis, sejumlah warga tertarik untuk mengadopsinya. Apalagi bayi laki-laki dengan berat 3,5 kg itu difoto bampak lucu dan menggemaskan.

Kepala Dinsos P3A Ponorogo Supriyadi tidak membantah jika sudah ada sekitar lima orang yang berminat mengadopsi bayi tersebut. “Iya benar mas sudah ada lima orang sudah bertanya soal adopsi bayi Itu” ungkapnya.

Bayi laki-laki yang kini diperkirakan berumur sepekan itu nampak segar dan sehat. Bayi dengan panjang 49 cm telah ditangani petugas kesehatan rsud Hardjono Ponorogo.

Supriyadi menjelaskan proses permintaan adopsi sampai saat ini belum bisa ditindaklanjuti. Ia beralasan bayi tersebut masih dalam penanganan rumah sakit dan proses penyelidikan polisi untuk mengungkap kasus penelantaran bayi itu. “Saat ini yang terpenting bayi itu dirawat dulu dengan baik, sambil menunggu proses penyelidikan. Siapa tahu kasus itu segera terungkap. ” imbuhnya.
.
Untuk proses adopsi bayi negara memerlukan perjalanan yang panjang. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pemohon dan kondisi bayi harus dipastikan sehat dulu. Persyaratan yang harus dipenuhi pemohon misalnya kenampuan segi ekonomi, tidak ada permasalahan keluarga, selain itu pasangan suami istri harus menjalani tes psikologi dan lainnya.

Seperti diinformasikan penemuan bayi di dalan masjid An Nur Desa Kutu Kulon Jetis itu bermula dari kecurigaan seorang nenek yang mendengar tangisan bayi dari dalam masjid tersebut,pada Jumat sore.. Bayi itu ternyata sendirian dengan diselimuti kerudung warna coklat. Saksi sebelumnya sempat melihat ada seorang pria membawa sepeda motor di masjid tersebut.

Dinsos P3A ponorogo belum bisa memastikan butuh waktu berapa lama bayi itu harus ditangani petugas di rsud Hardjono. Untuk proses selanjutnya apabila kasus penelantaran bayi tidak terkuak,maka bayi itu nantinya akan dititipkan di panti milik Dinas Sosial propinsi jawa timur. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close