Dinamika AktualHighlight NewsSekitar Kita

Bangkit Ditengah Pandemi, Peternak Ponorogo Mulai Gunakan Teknologi

DUTANUSANTARAFM.COM :  Sejumlah peternak Ponorogo mencoba bangkit ditengah kelesuan ekonomi  akibat pandemi covid-19.  Mereka mulai menggunakan teknologi  yang sebelumnya sudah dilatihkan oleh pemerintah  namun belum diaplikasikan dalam kegiatan beternaknya. Mencoba membangun pertanian terintegrasi , peternak Ponorogo mulai memanfaatkan semua potensi yang ada disekitarnya. Termasuk pemanfaatan limbah rumah tangga untuk ketersediaan pakan ternak . Seperti yang dilakukan oleh peternak di Desa Lembah Kecamatan Babadan , Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan dan Desa  Wayang Kecamatan Pulung pada Senin ( 14/12/2020). Peternak yang tergabung dalam Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) Lembah ini bersama sam membuat pakan fermentasi.

“Kemarin , kami ini bersama sama ikut dalam pelatihan pembuatan pakan fermentasi yang diselenggarakan oleh Kemenaker namun belum kita terapkan. Baru sekarang ini kita tergugah untuk memulai hal baru dengan teknologi baru . Kita mencoba memanfaatkan semua potensi yang ada disekitar kita untuk menyokong peternakan. Kita melakukan proses pembuatan pakan fermentasi sehingga kedepan tidak perlu repot repot ngarit lagi,”jelas Agus Widodo, peternak asal Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan.  

Menurut Agus Widodo, dengan pengolahan pakan hijauan menjadi pakan fermentasi maka mengurangi limbah dari pakan itu sendiri. Selain itu menghemat waktu para peternak. Peternak cukup menggiling pakan dalam satu hari namun bisa untuk cadangan hingga satu buan kedepan.

“ Jika memakai cara tradisional setiap hari harus keliling ngarit. Kalau hujan kebingungan karena  pakannya terlalu basah , kalau kemarau juga kebingungan karena sulit mencari rumput,”terang  Agus.

Hal senada juga di sampaikan Maryono , anggota peternak dari desa Wayang Kecamatan Pulung. Untuk sampai ke sekertarian KKBM Lembah sebenarnya  perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit . Namun, demi  mendapatkan ilmu, meraih sukses  dan bangkit ditengah pandemi covid-19 nekat bergabung dengan peternak peternak dari wilayah lainnya.

“Luar biasa , ketika bersama peternak peternak lain kita bisa saling menyemangati. Meski sempat melesu karena harga sapi yang turun tapi kita tidak putus asa. Kita mencoba bangkit dengan beternak kambing yang saat ini hargannya cukup stabil. Dengan pembuatan pakan fermentasi  beban pekerjaan untuk negarit akan semakin ringan, “jelas Maryono, kepada Dutansuantarafm.com (14/12/2020). (wid)   

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close