Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Rabu, 26 Oktober 2022 - 16:09 WIB

Animo Pelaku UMKM Belum Maksimal, Satgas Halal Perpanjang Masa Pendaftaran untuk Kali Kedua

HALAL : Salah seorang Satgas Halal saat memberikan sertifikat kepada pelaku UMKM di Ponorogo beberapa waktu lalu.

HALAL : Salah seorang Satgas Halal saat memberikan sertifikat kepada pelaku UMKM di Ponorogo beberapa waktu lalu.

Dutanusantarafm.com – Animo pelaku usaha di Kabupaten Ponorogo dalam mengurus Sertifikat Halal belum maksimal. Padahal program tersebut gratis alias cuma-cuma. Menyikapi hal itu, Satgas Halal Ponorogo kembali memperpanjang pendaftaran hingga 8 November 2022 mendatang.

Ketua Satgas Halal Kabupaten Ponorogo, Ifrotul Hidayah mengatakan program yang dicanangkan Kementerian Agama (Kemenag) itu menuturkan kali ini sudah kali kedua pendaftaran tersebut diperpanjang. Sebelumnya perpanjangan dilakukan pada awal Oktober lalu.

“Pertama kali dibuka pendaftaran pada 24 Agustus hingga 17 September 2022. Lalu diperpanjang, dan batas perpanjangan pertama sudah habis. Ini diperpanjang lagi, supaya pelaku usaha bisa mengurus sertifikat itu,” terangnya Rabu (36/10/2022).

Sertifikat halal, kata Ifrotul bisa diajukan oleh mereka para pelaku usaha untuk produk makanan dan minuman olahan. Seperti produk buah yang diubah menjadi keripik, maupun minuman yang dikemas secara khusus.

Para pemohon yang mengajukan sertifikat halal itu, harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan pemerintah.

Diantaranya, produsen harus rutin dalam memproduksi barang baik makanan atau minuman. Kemudian, data pelaku usaha mulai dari nama hingga jenis produk termasuk ijin produksi. Selanjutnya, ada proses pengolahan produk yang memang dijamin kehalalannya.

‘’Pendaftaran bisa dilakukan secara online, tetapi ada petugas kami yang turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan,’’ imbuhnya.

Terkait tahapan atau alur proses sertifikasi, Ifrotul yang juga tercatat sebagai Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Ponorogo itu menyampaikan pertama harus ada permohonan dari pelaku UMKM.

Kemudian pemohon melengkapi persyaratan, lalu ada penetapan lembaga pemeriksa hahal. Dilanjutkan dengan penetapan kehalalan produk melalui sidang halal, dan terakhir penerbitan sertifikat halal.

‘’Tahun ini target nasional ada 300 ribu lebih penerbitan sertifikat halal. Jika tahun lalu itu hanya 25 ribu se-Indonesia,’’ tegasnya. (Umi Duta)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Pohon Tumbang Menimpa Dapur Rumah Warga Banaran Pulung, Kondisi Rusak Parah

Dinamika Aktual

Begal Payudara Beraksi di Jenangan, Korban Terjatuh luka babras

Dinamika Aktual

Brigade Alsintan , Siap Cek Info Kelangkaan Alsintan Yang Sebabkan Petani Kesulitan Panen Padi

Dinamika Aktual

Penjualan Janur Ketupat di Pasar Legi Ponorogo Merosot Gegara Kwang Wung

Dinamika Aktual

Sewa Combine Tembus Rp. 700 Ribu , Petani Njleput Antara Biaya Panen dan Merosotnya Harga Gabah

Dinamika Aktual

340 Alfaexpress Tersebar di Jalur Mudik, Siap Penuhi Segala Kebutuhan Perjalanan

Dinamika Aktual

Sebuah Toko Kelontong di Tonatan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Dinamika Aktual

Dua Bocah TK di Sukorejo Ditemukan Meninggal di Sungai