Dinamika AktualGalerryKabar Kota Kita

Tiga rumah di Ngrayun Ponorogo Tertimpa Longsor

Dutanusantarafm-Hujan deras di wilayah Kecamatan Ngrayun Ponorogo mengakibatkan longsor yang menimpa tiga rumah warga, pada Rabu (17/11/2021). Longsor tanah dari tebing menimpa rumah milik Tukijo dan milik Poniran yang ada di Desa Gedangan dan rumah milik Jemari yang berada di Desa Baosan Kidul Kecamatan Ngrayun.

Longsor tersebut mengakibatkan dinding tembok milik ketiga korban jebol, sehingga sebagian material masuk kedalam rumah. Untungnya saat kejadian keluarga korban tidak berada di ruangan tersebut, sehingga bencana itu tidak sampai menyebabkan korban luka maupun jiwa. Hanya saja total kerugian ketiga pemilik rumah itu ditaksir mencapai 40 juta rupiah. Karena salah satu rumah milik korban yang jebol mencapai ukuran 3x 5 meter.

Kabid kedaruratan dan logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 16.00 wib. Longsor tersebut dipicu hujan deras yang turun di wilayah Ngrayun selama hampir dua jam. Karena volume air didalam tanah meningkat dan tidak adanya pohon-pohon yang akarnya mampu mengikat tanah, maka tebing-tebing yang ada di belakangpun rumah longsor.
“tanah tebing itu sudah tidak mampu menahan air sehingga longsor tidak bisa dihindari” ungkapnya.

Budi menambahkan resiko longsosr yang menimpa rumah cukup tinggi di daerah tersebut. Hal itu karena rumah mereka hanya berjarak beberapa meter dari tebing. Kebanyakan dibelakang rumah warga adalah tebing yang menjulang tinggi. Karena warga di daerah pegunungan biasanya membangun rumah dari bekas tebing yang telah diratakan atau mengirisnya terlebih dahulu.

Budipun menghimbau warga agar saat hujan turun dengan intensitas sedang sampai tinggi dalam kurun waktu lebih dari satu jam, untuk segera mencari tempat berlindung yang aman. Hal itu untuk menghindari dari ancaman bencana longsor yang sering terjadi saat musim hujan. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close