Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita

Sugiri Sancoko ; Jangan Main- Main Di Perberasan Ditengah Kesulitan Petani Dan Pandemi

DUTANUSANTARAFM.COM : Peringatan keras disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko kepada para pejabat dan pengusaha Ponorogo di bidang beras ditengah kesulitan petani akibat anjloknya harga gabah saat ini. Pasalnya , pemerintah kabupaten Ponorogo saat tengah berjuang keras mencari terobosan untuk mencarikan pasar dasar gabah hasil produksi petani yang suplus sebesar 296.749 ton yang terdampak pandemi. Jika masih ada pejabat dan pengusaha yang bermain kotor dalam program pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi sungguh menyakitkan hati masyarakat . Pemerintah mengeluarkan kebijakan PKH, BPNT dan beras PNS semua untuk kepentingan masyarakat. Namun jika dilapangan terjadi permainan demi kepentingan pribadi dan tidak pro rakyat maka ini kebangetan.

“ Butuh kesadaran semua pihak , apapun kebijakannya jika di boncengi kepentingan yang tidak benar akan rusak. Sehingga saya mengetuk relung hati yang paling dalam kepada semuannya jangan bermain diruang- ruang yang bukan tempatnya bermain, apalagi diberas BPNT, beras PNS dan beras- beras yang bukan tempatnya bermain. para pemain stop bermain … stop bermain!,” tegas Bupati Kang Giri usai zoom meeting pada Kamis (15/7/2021).

Zoon meeting yang diselenggarakan Bupati bersama Asisten Perekonomian, Kadin Pertanian, Kadin Sosial, Bulog serta Mitra Bulog hingga pedagang beras dilakukan guna mengatasi fenomena anjloknya harga gabah yang mengakibatkan para petani diPonorogo kelimpungan. Dalam keterangannya,usai rapat Kang Giri mengatakan tentunya persoalan ini harus ada solusinya dan menentukan kebijakan agar harga gabah dapat sesuai ketentuan Pemerintah.

“Salah satu upaya untuk membantu petani, kita minta Bulog Ponorogo untuk menambah kuota penyerapan beras petani. Kita minta Bulog sebagai penyangga beras untuk menambah jumlah penyerapan dari petani,”imbuhnya.

Bupati Sugiri Sancoko juga menyampaikan sudah menghubungi Menteri Sosial untuk meminta bantuan  menyerapa beras untuk disalukan pada daerah yang mengalami kekurangan beras. Masalah ini, juga memerlukan peran aktif pedagang Ponorogo untuk membangun jaringan luar kota, luar pulau untuk menjual beras .

“Baru saja saya menghubungi Bu Risma secara langsung, untuk minta bantuan menyalurkan beras pada daerah yang mengalami kekurangan beras atau daerah yang bukan penghasil padi ,”terangnya. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close