Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita

Satgas Covid Muleg , Keluarga Pasien Bawa Pulang Jenazah 

DUTANUSANTARAFM.COM : Keluarga almarhum Haji Wasit warga Desa Lembah Kecamatan Babadan membawa pulang paksa jenasah Haji Wasit dari RSUD Dr.Hardjono Ponorogo , Rabu dinihari (5/05/2021). Pihak keluarga pasien didampingi Anas Karunia Illahinyang masih kerabat korban  tidak terima pasien yang meninggal di IGD itu harus dinyatakan Covid tanpa hasil swab . Pasalnya korban sebelumnya selama 5 hari sudah dirawat di RSUD karena sakit jatung . Kemudian diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit hasil rapit antigen negatif . Pada Selasa pagi merupakan jadwal kontrol pasien ke poli Jatung. Pihak dokter angkat tangan dengan kondisi pasien yang semakin memburuk. Pasien ini sudah menderita gagal jatung akut sejak 1 0 tahun lebih dan pernah menjalani operasi by pass di Surabaya . Hasil control terakhirpada poli jantung , Selasa pagi (04/05.2021) fungsi jantung tinggal 19 %.

Norvia Eka Praesti anak Haji Wasit yang mendampingin ayahnya disaat saat terakhir menuturkan saat kontrol tadi pagi Selasa (04/05/2021) sebenarnya pihak dokter Mirza sudah memberi kode angkat tangan dengan memburuknya kondisi bapaknya sehingga tidak menyarankan untuk rawat inap lagi.
Namun karena jam 8 malam bapak saya kumat lagi serangan jantung saya bawa ke IGd RSUD .Tidak.mungkin kan membiarkan ayah saya bertarung nyawa tanpa upaya walau entah hasilnya. Begitu masuk IGD kemudian dilakuakn rapid antigen hasilnya posistif kemudian diambil tindakan tindakan di sutik. Habis disutik bapak saya merasakan sakit di lengannya luar biasa dan akhirnya meregang nyawa.

Kemudian pihak rumah sakit menyatakan bapak saya di bawa pulang dan di makamnya secara protokol kesehtanan oleh rumah sakit .Saya da keluarga kurang setuju karean hasil swabbelum ada. Saya juga tidak setuju karena meyakini bapak saya tidak covid. Karean polemic ini hampir 2 jam jenazah bapaknsaya terlantar karena pihak iG berdalih konsultasi dengan ataan, dengan satgas covid dan ainnya tapi tidka ada yang nyambung.

“ Karena menunggu satgas covid kabupaten tidak jelas dan swab baru kelaur 3 hari lagi kita sekeluarga memutuskan membawa pulang paksa . Namun begitu kita melalui salah satu keluarga sudah menghubungi satgas covid desa , pak kepala desa untuk membantu pemakaman secara prokes. “terang nurvia eka prawesti. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close