Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota KitaSekitar Kita

Sabar dan Telaten, Demi Suksesnya Vaksinasi Covid 19 Untuk Penyandang Disabilitas di Ponorogo

Dutanusantarafm-Meyakinkan para Penyandang Disabilitas untuk mau disuntik vaksin Covid 19 tentu tidak mudah. Masyarakat biasa saja masih ada yang menolak untuk divaksin, apalagi memberi edukasi dan pemahaman kepada mereka yang memiliki keterbatasan.

Sebanyak 1.222 orang penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Ponorogo ditargetkan mendapat vaksinasi COVID-19. Para penyandang disabilitas itu seperti disabilitas fisik, sensorik, mental dan intelektual.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo dr. Mietha Ferdiana Putri menyampaikan sampai hari ini sudah dilakukan vaksinasi dosis satu kepada 1.067 orang penyandang disabilitas atau capaian sekitar 87 persen. Vaksin yang diberikan kepada mereka adalah Sinopharm hibah dari Pemerintah Arab Saudi.

“Alhamdulillah capaian vaksinasi sudah sekitar 87 persen dari sasaran ”ungkapnya.

Meitha Ferdiana menjelaskan membutuhkan kesabaran,telaten dan cara sendiri untuk menyukseskan progam vaksinasi kepada penyandang disabilitas. Vaksinasi covid 19 adalah sesuatu yang baru, karena itu wajar bila mereka banyak yang takut pada awalnya. Selain tidak gampangnya memberikan edukasi, Vaksinasi kepada penyandang disabilitas ini tidak mungkin dilakukan secara terpusat, melainkan juga harus dilakukan door to door.

“Petugas harus rela jemput bola door to door, karena itu vaksinasi ini membutuhkan waktu lebih lama”imbuhnya.

Mietha Ferdiana menambahkan hampir semua puskesmas yang menangani vaksinasi untuk disabilitas ini ada yang harus dilakukan secara door to door. Puskesmas Balong misalnya yang mempunyai sasaran dari 80an orang, yang bisa dikumpulkan di satu titik sekitar 30an orang, maka sisanya harus dikunjungi petugas door to door.
Untuk memperlancar vaksinasi kunjungan ke rumah maka sengaja dipilih petugas kesehatan yang terbiasa menangani pasien disabilitas tersebut. Sehingga mereka merasa tidak asing lagi dengan injeksi atau suntikan, namun rasa ketakutan dengan suntikan vaksin covid 19 masih sering dijumpai.

“Butuh Pendekatan lagi meski mereka sering disuntik, karena banyak yang masih takut divaksin”terangnya.

Data sasaran vaksinasi adalah hasil kompilasi Dinas Kesehatan dengan Dinas Sosial P3A Ponorogo. Karena itu mereka para disabilitas yang menjadi sasaran vaksin adalah yang mentalnya stabil, menjalani pengobatan rutin. Namun begitu meski petugas tidak terlalu khawatir dan takut mengunjungi mereka, terkadang masih menjumpai peristiwa menarik. Misalnya ketika akan disuntik malah mengejar petugas, ada pula yang minta rokok terlebih dahulu.

“Saat didatangi ke rumah, eh malah mengejar petugas, ada pula yang malah minta rokok. Ya harus telaten merayunya” ucap Meitha.

Meitha menuturkan cara lain yang dilakukan petugas agar sasaran mau divaksin dengan memberi dispensasi kepada pendamping. Dispensasi itu yaitu pemberian vaksin untuk satu pendamping bagi satu penderita disabilitas. Hal ini untuk memberi stimulasi kepada penyandang disabilias agar mau disuntik vaksin. Apabila saudaranya mau disuntik dan tidak ada efek apa-apa maka diapun tidak menolak untuk disuntik juga.

Dinas Kesehatan Ponorogo masih mempunyai waktu yang cukup untuk menyelesaikan vaksinasi covid 19 kepada mereka yang belum disuntik vaksin sejumlah 150an orang disabilitas. Melalui program ini diharapkan kekebalan tubuh penyandang disabilitas meningkat sehingga mengurangi resiko bila tertular virus korona. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close