Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Pidato Perdana di Paripurna Bupati Sugiri Sampaikan Program 99 Hari Kerja Di Hadapan Gubernur Khofifah

Dutanusantarafm-Apa yang menjadi Visi misi Bupati Ponrogo Sugiri Sancoko dan wakil bupati Lisdya Rita disampaikan dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda serah terima jabatan dari plh bupati ke Bupati Ponorogo, pada kamis (04/04/2021). Bupati Sugiri Sancoko dihadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pimpinan DPRD dan hadirin yang hadir menyampaikan program jangka pendeknya di 99 hari kerja.

Sugiri menyebut diantara programnya di 99 hari kerja adalah pengeboran perdana sumur dalam di 25 titik, panen perdana benih padi KIP 900 , face off jl.HOS Cokroaminoto, face off stadion Stadion batoro katong, lomba sungai elok, desa indah, pembongkaran pagar pasar eks stasuun, gotong royon bersih-bersih sungai , got aloon-aloon Ponorogo, posko penanganan covid 19.

Program jangka pendek tersebut disebutnya bagian kecil dalam visi misinya mewujudkan Ponorogo hebat melalui program Nawa dharma nyata. Sugiri mengaku bukan hal yang mudah ditengah pandemi ini untuk mewujudkan apa yang menjadi program-programnya. Dengan masa jabatan yang lebih pendek dari bupati sebelumnya dibutuhkan keyakinan ,kerja cerdas, kerja ikhlas. “Karena itu rasa optimis ini harus mendapatkan dukungan opd dan masyarakat Ponorogo” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut disampaikan visi misi pemerintahanya akan dituangkan pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021-2026 yang segera akan disusunya. Program prioritas bagian dari visi misi itu itu diantaranya adalah dibidang Pertanian, kesehatan, pendidikan, kesenian, pengentasan pengangguran, pengentasan penduduk miskin, peningnkatan laju pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kabupaten Ponorgoo memiliki banyak potensi yang harus terus dikembangkan. Apalagi dengan terbitnya perpres 80/2019, diantara proyek super prioritas berada di kabupaten Ponorogo, yaitu selingkar wilis. Melalui program,pertanian,perkebunan dan perikanan

Gubernur menyebut potensi yang ada di Ponorogo cukup besar. Khusus produksi kakao dan kopi gubernur meminta bupati sugiri Sancoko untuk bergerak cepat dengan mengirimkan tim ke puslit kakao di Jember. Puslit kakao di jember ini sudah melatih dari berbagai negara berbagai provinsi, karena itu Ponorogo harus belajar ke sana.

Kofifah menyebut soal produksi kopi dan kakao ini tidak hanya bicara di hulu teteapi juga di hilir. Hilir sebagai nilai tambah karena berbicara market ,dukungan inovasi tekonologi, pelaku umkm,café shop semuanya sangat terbuka dan sudah tersedia. “Karena itu bukan hanya hulu yang harus diurusi tetapi juga hilirnya”pungkas Khofifah. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close