Latest

Perilaku Petani Berubah , Serapan Pupuk Urea 2021 Hanya 91, 4 %

DUTANUSANTARAFM.COM  : Dinas Pertanian Ketahanan Pangan  dan Perikanan ( Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo harus lebih selektif mencermati pengajuan  Rencana Definitif  Kebutuha n Kelompok (RDKK) atau E-RDKK  dari kelompok tani yang masuk melalui aplikasi tingkat kecamatan.  Pasalnya perilaku dan cara berpikir petani terkait penggunaan pupuk bersubsidi , pupuk kimia bersubsidi dan pupuk kimia non subsidi  mulai bergeser .  Indikasinya adalah terjadi penguranangan  serapan pupuk urea disejumlah kecamatan di Kabupaten  Ponorogo. Pengurangan serapan pupuk urea bersubsidi ada yang 25 Ton hingga 50 ton lebih  sehingga selama tahun anggaan 2021 kemarin total ada 1000 ton urea tidak terserap.  Kecamatan yang tidak bisa menyerap urea diantarannya Kecamatan Ngebel, karena petani porang disana lebih banyak menggunakan pupuk organik untuk komoditas unggulan mereka . Sedangkan pupuk kimia yang lebih banyak mereka butuhkan adalah jenis NPK.  Sekarang kebutuhan Pupuk Urea di Ngebel hanya 199 ton saja .

“Saya sudah kelarifikasi dengan pupuk Indonesia  dan benar serapan pupuk urea kita di Ponorogo pada tahun 2021 kemarin tinggal  91, 4 % saja. Banyak petani yang sudah menggunakan pupuk organik  seperti petani Porang di Kecamatan Ngebel, “ungkap Samidi,  PPl dari Dinas Pertanian, Ketahan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo Bidang Sarana dan Prasana Pertanian.

Samidi,  mengakui ada perubahan perilaku  masyarakata terkait dalam penggunaan pupuk, sudah banyak petani yang beralih ke pupuk organic dan pupuk non subsidi.  Dengan perubahan perilaku ini maka petugas harus lebih peka dan selektif  mencermati RDKK tidak bisa copy paste saja dengan RDKK sebelumnya. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close