Dinamika AktualKabar Kota Kita

Perang Melawan Covid, Wartawan Jangan Sampai Desersi Sosial dan Spiritual

DUTANUSANTARAFM.COM : Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh meminta kepada Wartawan Indonesia ikut dalam ihtiar memenangkan perang melawan covid-19. Karena semua komponen negara harus bersatu padu ikut berperang melawat covid-19 Se-berapapun kontribusi yang bisa kita berikan. Sehingga semua komponen negara termasuk wartawan tidak boleh dan jangan sampai ada yang disersi atau meninggalkan medan perang. Muhammad Nuh menyampaikan melarikan diri saat waktunya perang tidak boleh kita lakukan . Bahkan wartawan harus membantu menggelorakan dan meneguhkan kepada rakyat untuk All Out perang melawan covid-19.
“Kita harus menegaskan pada diri sendiri dan rakyat lainnya untuk menghadapi bersama perang sehebat apapun , jangan sampai melakukan desersi sosial dan desersi spiritual . Perang yang kita lakukan bersama sama , hasilnya akan kita nikmati bersama. Lagi pula , ndak elok tidak berpuasa tapi berbuka , ndak elok kalau kita nanti tidak ikut berperang tapi menikmati hasil ,”kata Muhammad Nuh saat acara Zoom Meeting dengan ribuan wartawan Se –Indonesia dengan topik “ Diskusi Hasil Survei Dewan Pers tentang ‘Persepsi Publik Terhadap Pemberitaan Covid-19 di Media”, Jum’at (30/07/ 2021).
Muhammad Nuh juga meminta kepada awak media untuk meningkatkan perannya dalam perang Covid-19 saat ini. Di antaranya meningkatkan titik peran dalam substansi perang ini . yaitu , selain menggelorakan simpati namun sekarang juga harus di tambah dengan empati.
“ Wartawan tidak saja menggelorakan simpati saja namun juga harus ditambah dengan menggelorakan empati atau perhatian khusus. Contohnya , jika ada warga yang meninggal kita datang dan mengucapkan bela sungkawa , tapi sekarang itu saja tidak cukup kita juga harus berempati dengan cara mengeluarkan isi dompet kita untuk membantu,”terang M. Nuh. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close