Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita

Memenuhi Unsur Pelanggaran UU IT, Nasib Nanang Sinyal Tergantung Sugiri Sancoko

DUTANUSANTARAFM.COM: Puluhan warga Ponorogo yang  tergabung dalam relawan sandal Jepit dan Masyarakat Ponorogo Perkasa (MPM) menggeruduk polres Ponorogo untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Dimana dalam  konten you tubernya Sinyal  Indonesia , Nanang Riyanto yang di kenal sebagai Nanang  Sinyal yang juga memiliki produk informasi dalam di media Online Sinyal Indonesia.com dan Sinyal Ponorogo.com yang mirip  produk jurnalistik media mindstream . Nanang Riyato yang juga bekerja sebagai  satpam di  KPP Pratama Ponorogo  sebuat kantor plat merah  dalam konten youtubenya  Sinyal beberap waktu lalau  mengulas tetang ijasah palsu Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko  sehingga memicu kemarahan masyarakat Ponorogo. Dan akhirnya menimbulkan gelombang protes dan laporan balik.

Karena pertimbangan protokol kesehatan akhirnya pihak Sat Reskrim Polres Ponorogo hanya memperbolehkan 5 perwakilan yang boleh masuk untuk membuat laporan atau pengaduan. Ke 5 orang perwakilan tersebut antara lain Pengacara Didik Haryanto, Agus Widodo, Haryadi, Manto dan misranto . Hampir satu jam ke  5 perwakilan masyarakat Ponorogo berdikusi dengan sat reskrim Polres Ponorogo dan didapatkan hasil bahwa kasus yang di laporkan dengan sejumlah barang bukti  berupa 1 file  dalam bentuk CD konten You Tube Nanang Sinyal, Barang bukti dari Rektor Tri Tunggal Surabaya dan foto banner disejumlah titik bernada profokatif  tergantung pada bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

“Tadi kita sudah bersikusi dengan sat reskrim. Hasilnya  kasus tersebut sudah memenuhi unsur pelanggaan UUT IT hanya saja karena delik aduan yang melaporkan harus pak bupati langsung. Maka kita akan berkoordinais dnegan pak Bupati untuk melaporkan langsung atau memberikan surat kuasa pada seseorang, “terang Didik Haryanto. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close