Kabar Kota KitaSekitar Kita

Lindungi Pengurus RT, Pemkab Ponorogo Gandeng BPJamsostek

Dutanusantarafm–Kabar baik, belasan ribu ketua RT, sekretaris, bendahara, ketua beserta anggota BPD se-Kabupaten Ponorogo terdaftar sebagai pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

‘’Totalnya ada 19.603 orang yang tercover Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), ini awal kerja sama Pemkab Ponorogo dengan BPJamsostek untuk melindungi rakyat,’’ ujar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko selepas penyerahan simbolis kartu peserta BPJamsostek di Kantor Desa Gabel, Kecamatan Kauman Selasa (15/3).

Sugiri menuturkan mereka yang berada di struktur RT maupun BPD juga rawan mengalami kecelakaan. Sehingga tetap harus mawas diri saat bekerja. ‘

Dia menambahkan Jaminan sosial seperti ini rencananya juga kami berikan kepada tenaga non formal, seperti guru PAUD.

“Karena mereka yang merawat anak dan cucu kami untuk mengajarkan karakter pendidikan sejak dini,’’ terangnya.

Sementara, Dewan Pengawas BPJamsostek Agung Nugroho mengapresiasi langkah Bupati Ponorogo. Sebab, bupati berhasil menghadirkan jaminan sosial bagi seluruh warganya. Untuk iuran yang dibayarkan mencapai Rp 10.500 per peserta setiap bulannya. Bila peserta meninggal dunia ahli warisnya akan mendapatkan santunan Rp 42 juta. ‘

’Tadi juga ada ketua RT 1 Desa Klepu, Sooko Ngayudi yang mengalami kecelakaan, biaya perawatannya semua ditangung BPJamsostek,’’ jelasnya.

Tidak hanya penyerahan kartu secara simbolis, pihak BPJamsostek juga memberikan santunan JKm kepada lima ahli waris pengurus RT di sejumlah desa, totalnya mencapai Rp 210 juta.

“Semoga santunan ini bisa memberikan manfaat untuk keluarga yang ditinggalkan” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, pihak BPJamsostek memberikan edukasi kepada para stakeholder tentang pentingnya memperoleh program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).

‘Banyak keuntungan yang bisa didapat ketika menjadi peserta BPJamsostek,’’ kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun Honggy Dwinanda Hariawan, Selasa (15/3).

Honggy menuturkan keuntungan itu diantaranya apabila ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan harus menjalani perawatan di rumah sakit biayanya akan ditanggung BPJamsostek.

Selain itu, jika meninggal memperoleh santunan kematian Rp 42 juta. Tak cukup sampai di situ, apabila sudah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek selama tiga tahun yang bersangkutan juga berhak memperoleh santunan pendidikan untuk dua anak.

‘’Manfaat program seperti ini dapat membantu untuk berkelanjutan (ekonomi) keluarga ahli waris yang ditinggalkan,’’ tukasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close