Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita

Ketua PABDESI Tuding Cristin Politikus PKS Ponorogo Asal Ngomong Tak paham Regulasi

DUTANUSANTARAFM.COM :  Paguyuban  Kepala Desa  Indonesia  (PABDESI)  Kabupaten Ponorogo bereaksi keras atas pernyataan  anggota Dewan dari  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ponorogo , Cristin, Senin (16/08/2021).  Reaksi keras ini menyusul gagalnya rapat dangar pendapat terkait masalah tudingan oleh  anggota dewan PKS Cristine  Hery Purnawaty yang menuduh  para kepala desa mlempem terkait  dalam penanganan covid terutama tentang pemulasaraan jenazah. Pada pernyataannya  disebuah media  Kamis  (5/-8/2021)  , Cristine menyatakan “ Mlempem,  Dewan Ponorogo Bakal Evaluasi Satgas Desa”. Atas pernyataan tersebut para kepala desa melalui PABDESI menuntut Cristine memberikan klarifikasi  yang jelas  karena yang berjibaku dalam pemulasaraan  jenazah di desa adalah para relawan. Cristine dituding para kepala desa tak paham regulasi dan asal ngomong saja.

Riyanto Ketua PABDESI Ponorogo  usai gagalnya jadwal hearing  antara DPRD Ponorogo dengan perwakilan para kepala desa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut , Senin (16/08/2021) menyatakan  dewan harus kembali menjadwal ulang pertemuan agar masalah menjadi jelas.  Cristn e juga harus meminta maaf  kepada para kepala desa melalui pernyataan di media karena stantemenya  yang menuding kepala desa mlempem juga lewat media.

“Pernyataan  Bu Cristine tidak sesuai dengan fakta lapangan. Belum ada ada aturan  yang menjadi dasar kita dalam pemulasaraan jenazah , semua masih dilakukan oleh relawan  secara murni. Karena soal anggaran 8 % yang disampaikan oleh Bu Cristine  itu belum jelas . Aturan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan dan aturan yang disampaikan oleh Kementerian Desa berbeda. Regulasi  tentang pemulasaraan jenazah belum sampai ke tingkat desa . Sebagai lembaga harus Bu Cristine  harus  jeli jangan asal ngomong kalau  tidak paham regulasi. “jelas Riyanto , Kepala Desa Nglinggang yang sudah 2 periode ini.

Untuk itu PABDESI  meminta  kepada dewan untuk melakukan  mengevaluasi dan menyelesaikan masalah ini secara kelembagaan di DPRD dan bukannya di warung kopi. Jika rencana hearing pada Senin (16/08/2021) gagal karena tidak ada anggota dewan yang hadir maka harus di jadwal ulang.

Di informasikan, pihak DPRD Ponorogo melayangkan surat undangan perihal Jawaban Permohonan Hearing dari DPC PAPDESI terkait hearing dan klarifikasi yang dijadwalkan hari Senin (16/8/2021) pukul 12.30 Wib. Sesuai undangan  20 orang perwakilan Kepala Desa memenuhi undangan tersebut tepat waktu sejak pukul 12.00 wib dan sudah berada di ruang Banggar DPRD. Namun,  ditunggu hingga pukul 02.00 Wib tak ada satu pun anggota dewan yang menemui  mereka sehingga dengan kecewa para kepala desa membubarkan diri.

Atas peristiwa tersebut, Ketua DPRD Ponorogo , Sunarto  melalui  rilisnya , Senin malam (16/08/2021) menyampaikan  permohonan maaf  atas keterlambatan anggota dewan dalam menemui  PABDESI. Dan dia  memastikan tidak ada unsur kesengajaan.  Sunarto juga mengapresiasi  PAPDESI telah datang tepat waktu sesuai undangan.  Dan, apabila kawan-kawan PAPDESI masih menghendaki untuk audensi  , DPRD  siap untuk mengagendakan kembali.

Sunarto beralasan keterlambatan para anggota dewan menemui  mereka karena beberapa hal. Yaitu adanya kegiatan spontan setelah paripurna yaitu mendampingi Bupati beserta FORKOMPIMDA mengenang jasa Pahlawan HOS Cokroaminoto di lokasi face off.

“Setelah acara di jalan HOS Cokroaminoto semua pimpinan kembali kantor untuk melakukan sholat dzuhur sekaligus makan siang, tetapi pegawai Sekwan sudah ada yang menemui kawan-kawan PABDESI sekaligus sudah menyampaikan kalau pimpinan tetap akan menemui,”ungkap Sunarto dalam siaran rillisnya.  (wid)

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close