Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita
Trending

Kebijakan Kompensasi Turun, Peternak Korban PMK Bakal Ngaplo Gara -Gara Data

DUTANUSANTARAFM.COM : Ratusan peternak Ponorogo yang sapinya mati akibat wabah PMK dipastikan bakal ngaplo tidak mendapatkan kompensasi karena masalah data. Data yang terpampang di Web Ponorogo. go.id tertanggal 11 Juli 2022 jumlah sapi mati di Kecamatan Babadan terpampang masih nol (0) alias zero kasus, begitu pula di Kecamatan lain seperti Jambon , Kauman dan Sukorejo.  Di data tersebut ada dua kecamatan  saja yang ada kasus sapi mati akibat PMK yaitu Kecamatan Pudak sebanyak 249 ekor dan Kecamatan Pulung sebanyak 19 ekor . Padahal fakta dilapangan jumlahnya sapi mati akibat PMK cukup besar di banyak kecamatan hingga pemberitannya tersebar di berbgai media . Bahkan , karena banyaknya korban sapi mati akibat PMK ini, Kementrian Pertanian tertanggal 7 Juli 2022 mengeluarkan keputusan no 518/KPTS/PK.300/m/7/2022 tentang pemberian kompensasi dan bantuan dalam keadaan tertentu darurat penyakit mulut dan kuku ( foot and mounth desease). Dalam Surat keputusan tersebut ada 4 poin keputusan .

“Benar surat  itu sudah turun dan sekarang  sedang kita pelajari, “kata Masun kepla Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo masun, Rabu (13/07/2022).

Sementara itu di konfirmasi terkait  data yang  tidak sinkron antara pemerintah dan fakta dilapangan , Masun menjelaskan  masalah data kematian yang terpampang di web. Ponorogo Go.id. dijelaskannya  itu  adalah yang tercatat dan terlaporkan oleh petugas para medisnya. Ternak yang ditangani oleh swata tidak tercatata dalam datanya. Meski sudah dilaporkan ke pemerintah desa  dan dilaporkan ke petugas tapi jika tidak ditangani oleh petugas dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan maka tidak masuk data .

“Jadi kalau ditangani oleh dokter swasta maka tidak masuk data kami kecuali dokter swasta itu melaporkan ke kami, “terang Masun.(wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close