Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Harga Telur Makin Anjlok, PPAPP Mengadu ke DPRD Ponorogo

Dutanusantarafm-Lima belas orang perwakilan dari Perkumpulan Peternak Ayam Petelur Ponorogo (PPAPP) menyampaikan keluhannya ke DPRD Ponorogo, pada Selasa (28/09/2021). Sejumlah permasalahan yang dihadapi peternak telur disampaikan kepada wakil rakyat, seperti anjloknya harga telur dan harga jagung yang relatif masih mahal, yang menyebabkan para peternak semakin merugi.

Eny kustianingsih ketua PPAPP menyampaikan sepuluh permohonan yang disampaikan kepada DPRD Ponorogo yaitu stabilitas harga telur, terbitnya Perpres untuk melindungi UMKM, keterlibatan Bulog untuk menstabilkan harga jagung untuk peternak lokal, jangan sampai ada budi daya unggas, dari integrator, disediakannya ruang untuk bazar telur di tempat-tempat wisata, terbitnya perbub pasar modern untuk disuply telur, pembelian telur lokal untuk ASN minimal 10 butir telur perorang, perhatian pemerintah ke kelompok peternak seperti halnya ke Gapoktan, Minta ruang untuk gelar bazar di sekitaran aloon-alon, menerbitkan perbub untuk program pemerintah dengan memakai produk lokal.

Ia mengatakan pemerintah diharapkan bisa ikut turun tangan untuk membantu menyelesaikan anjloknya harga telur yang sudah berlangsung beberapa pekan ini. Saat ini ada ratusan peternak di Ponorogo dengan 900 ribu ekor ayam petelur yang rata-rata dalam sehari produksi mencapai 45 ton telur. Apabila permasalahan yang dihadapi para peternak sekarang ini tidak terselesaikan maka dalam kurun waktu satu sampai dua bulan lagi bisa membuatnya gulung tikar. Karena harga pokok produksi sudah tidak sepadan lagi dengan harga telur ditingkat peternak yang berkisar 14 ribuan per kilogram.

“peternak sudah merugi banyak mas, situasinya belum membaik” ucapnya.

Perwakilan PPAPP diterima oleh pimpinan DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno dan Miseri Effendi, Ketua dan wakil ketua Komisi B, sekretaris komisi B beserta anggota. Dalam dengar pendapat dengan PPAPP tersebut juga menghadirkan pejabat dari Dinas Perdagkum, Dispertahankan, serta Dinas Sosial P3A. Wakil ketua DPRD Ponorogo menyampaikan persoalan yang disampaikan PPAPP tersebut merupakan permasalahan yang saat ini terjadi di Indonesia, bukan hanya di Ponorogo. Namun begitu DPRD Ponorogo akan membantu ikut menyelesaikannya.

Beberapa kesepakatan telah diambil dalam dengar pendapat tersebut antara lain, Dinas Sosial akan membantu menyalurkan produksi telur ayam dari peternak melalui program BPNT. Melalui agen-agen BPNT yang mencapati ratusan maka pada bulan Oktober nanti kebutuhan telur dibeli dari para peternak tersebut. Untuk kebutuhan BPNT ini dalam satu bulan mencapai 80 ton lebih.

“penyerapan akan ikut dibantu dalam program BPNT ” ucapnya.

Miseri menambahkan selain kesepakatan itu komisi B akan membuat agenda dalam waktu dekat seperti hearing dengan Bulog, sidak pasar modern agar membeli produk peternak lokal, mengakji kajian pembelian telur oleh ASN, termasuk usulan agar Bupati menerbitkan Perbub agar kegiatan pemerintah memakai produk lokal. Sedangkan untuk program jangka menengah agar peternak meningkatlan kreatifitas olah produk, termasuk kegiatan bazar produk para peternak lokal.

Sementara itu wakil ketua DPRD Dwi Agus Prayitno mengatakan, anjloknya harga telur saat ini tidak bisa dilepaskan dengan pelaksanaan PPKM. bukan hanya aktifitas yang dibatasi, tetapi juga perekonomian tersendat.

Kebutuhan telur menurun salah satunya karena tidak ada lagi acara-acara besar seperti resepsi pernikahan, hajatan lain termasuk kebutuhan produksi industri kue dan jajanan menurun.

“semoga aktifitas kembali normal, tidak ada lagi pandemi sehingga kehidupan balik lagi seperti sebelumny”.pungkasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close