Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita

Dugaan Manipulatif RDKK , Diakui Dispertahankan Sebagai Salah Ketik

DUTANUSANTARAFM.COM :   Salah ketik menjadi jawaban atas kisruhnya Rencana Devinitif Kebutuhan  Kelompok  (RDKK) pupuk bersubsidi dibeberapa desa di wilayah Kecamatan Babadan.  Diantaranya , di Desa Purwosari , pihak Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo akhirnya mengundang kelompok tani Sri Rahayu yang merupakan kelompok tani penerima pupuk bersubsidi dengan kelompok Tani Peternak Sejahtera duduk bersama di kios pupuk setempat, jumat ( 21/01/2021).  Diketahui, kisruh RDKK ini berawal saat Kelompok Ternak Sejahtera tiba-tiba diminta menandatangi RDKK pupuk bersubsidi padahal mereka tidak pernah mengajukan. Dari sini  , diketahui petugas  secara tidak berijin mengajukan RDKK sebagai penerima pupuk bersubsidi tanpa sepengetahuan Kelompok Peternak Sejahtera. Dalam RDKK tersebut atas namanya Kelompok Peternak Sejahtera tapi anggotanya semua dari Kelompok Tani Sri Rahayu. Jika dilanjutkan  maka kejadian ini seperti manipulasi data . Atas kisruh tersebut maka dilakukanlah petemuan bersama untuk mengklarifikasi dan menjernihkan permasalah tersebut.

“Sebagai anggota kelompok Tani Sri Rahayu saya akui ini sebagai kesalahan. Sehingga jangan sampai terulang lagi karena jika dibiarkan akan jadi semacam manipulasi data.  Dan saya mengapresiasi langkah –langah anak muda pengurus Kelompok Peternak Sejahtera yang mengambil sikap bijaksana dengan mengambil jalan tengah. Yaitu menandatangi RDKK tahun 2022 ini namun dengan konsekwensi hukum berada di Kelompok Tani Sri Rahayu dan hanya berlaku 1 tahun anggaran saja, “terang Minto, Anggota Kelompok Tani Sri Rahayu.

Sementara itu Samidi , Penyuluh Pertanian dari Dispertahankan Kabupaten Ponorogo yang hadir dalam pertemuan tersebut mengakui bahwa kejadian  kisruh RDKK ini sekarang sudah klier dengan mempertemukan semua pihak yang terkait. Pihak yang hadir antara lain Kelompok Tani Sri Rahayu, Kelompok Peternak Sejahtera, Kepala Desa Purwosari, Kepala BPK Babadan, Perwakilan dari Dispetahankan Kabupaten Ponorogo, Kios Pupuk setempat dan perwakilan dari distributor.

“ Ini merupakan kesalahan ketik  karena banyaknya inputan data . Dan itu banyak terjadi di beberapa kecamatan lain juga  . Sehingga nanti akan dilakukan klarifikasi dan verifikasi lagi di masing -masing admin aplikasi di tingkat kecamatan. Untuk mencegah persoalan hukum kesalahan ketik ini kita buatkan berita acara, “terang Samidi, PPL dari Dispetahankan Kabupaten Ponorogo, Jumat (21/01/2022). (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close