Kabar Kota KitaSekitar Kita

Dinding Kelas Jebol, Puluhan Siswa SDN 3 Temon Ngrayun Butuh Ruang Baru

Dutanusantarafm-Bencana longsornya plengsengan atau talut hingga menyebabkan jebolnya dinding tembok dua ruang SDN 3 Temon Kecamatan Ngrayun, berdampak terhadap kelangsungan belajar para siswa. Kalau biasanya proses belajar mengajar bisa serentak dimulai pukul tujuh pagi, maka mulai Hari Senin (06/12/2021) rencananya akan dibagi dalam dua shift.

Dua ruang yang dindingnya jebol itu salah satunya disekat untuk dipakai kegiatan belajar mengajar dua kelas. Sehingga ada tiga kelas yang terdampak longsor yaitu kelas dua dengan jumlah murid 10 siswa, kelas empat sebanyak 3 siswa dan kelas enam sebanyak 13 siswa, sehingga total dari tiga kelas itu adalah 36 siswa.

Kepala SDN 3 Temon Ngrayun Sucipto mengatakan ruangan yang dindingnya jebol akibat diterjang longsor pada Jum’at lusa itu sudah tidak mungkin dipakai lagi. Banyak dinding tembok yang retak dan bangunan sekolahan itu kini posisinya miring, sehingga bisa membahayakan para guru dan murid. Karena itu harus mencari ruang baru untuk mendukung proses belajar mengajar.

Solusi sementara karena ruangan yang dimiliki sekolah terbatas maka jam masuk sekolah akan dibagi menjadi dua shift. Shift pertama masuk jam tujuh pagi untuk kelas satu,dua dan tiga, dan shift kedua dua jam kemudian untuk kelas empat,lima dan enam.

“Nanti masuk sekolah akan kita bagi menjadi dua shift, karena ruangan yang ada terbatas.” Ungkapnya.

Ia menyampaikan SDN 3 Temon hanya memiliki dua bangunan, satu bangunan terdiri dari dua ruang yang kebetulan terkena longsor lusa lalu, dan satu bangunan yang ada diatasnya terdiri dari ruang kelas, ,ruang kepala sekolah dan kantor guru, serta perpustakaan. Idealnya sekolahan membutuhkan dua ruang kelas lagi agar pembelajaran tatap muka bisa dilakukan serentak.

Untuk mencari ruang baru dipakai kelas sementara, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat. Harapanya ada warga yang mau meminjamkan rumahnya untuk dipakai ruang kelas guna mendukung kegiatan belajar mengajar sementara.

“kita akan bicara dengan kepala desa dan tokoh masyarakat dulu, untuk mencari tambahan ruangan baru” imbuhnya.

Sucipto menjelaskan sampai hari ini material batu plengsengan dan tanah yang masuk dalam dua ruang kelas dan menimbun peralatan sekolah seperti bangku, meja kursi dan Lemari belum dilakukan evakuasi dan pembersihan. Pihak sekolah belum berani membersihkannya karena takut terjadi longsor susulan yang bisa membuat bangunan roboh. Evakuasi akan dilakukan setelah berkoordinasi dengan BPBD, kepolisian,TNI, Kepala desa dan pihak terkait.

Sementara itu akibat jebolnya dinding setingga 4 meter panjang sekitar 20 meter dan rusaknya bangunan sekolah, plengsengan dan peralatan sekolah, total Kerugian ditaksir Rp. 200.000.000. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close