Dinamika AktualKabar Kota Kita

Atasi Gunung Sampah Mrican, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Gandeng Anak Muda Jadikan Briket

DUTANUSANTARAFM.COM : Permasalahan seputar sampah terus menjadi bahasan dan tantangan masyarakat, pemerintah dan juga para aktivis lingkungan. Pasalnya,  sampah ini menjadi permasalah yang sulit di pecahkan akibat dari perilaku masyarakat yang tidak disiplin dalam membuang sampah. Melansir dari artikel IndonesiaBaik, persentase jumlah sampah plastik dari tempat pembuangan sampah terpadu Bantar Gebang saja sudah sekitar 34% dari total 39 juta ton sampah. Setiap tahunnya, sebesar 1,3 juta ton sampah plastik di Indonesia bermuara di laut.  Sedangkan di Ponorogo , berdasarkan hasil analisa terakhir tahun 2007, besarnya timbunan sampah permukiman di Kota Ponorogo tahun 2007 sebesar 215m3/hari atau 66,28% dari total sampah di Kota Ponorogo 324,4m3/hari. Saat ini jumlah produksi sampah per hari mencapai 90 ton , jumlah itu  terus bertambah dan hanya  di timbun kemudian menjadi gunungan sampah yang menghawatirkan dampaknya.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko akhirnya turun tangan mencari inovasi terkait terus menggunungnya sampah di TPA Mrican Ponorogo. Mengajak para anak muda kreatif dan peduli pada bangsa  turut berkreatifitas dan berinovasi mengatasi permasalahan persampahan. Hasilnya, sejumlah anak muda berhasil membuat alat untuk merubah sampah menjadi briket untuk bahan bakar. Briket ini, selain memiliki nilai ekonomis, juga dinilai mampu mengurangi volume sampah di TPA mrican . Dari produksi sampah total perhari di Ponorogo yang mencapai angka 30 ton  yang mampu diolah menjadi  briket baru 4,5 ton sampah  basah kemudian  manjadi menijadi sebanyak  1,5 ton .

“Terkait pemasaran, kita  sudah menjalin kerjasama dengan berbagi pihak, mulai pabrik kertas, plastik hingga  UMKM seperti pabrik pupuk . Saya berharap dengan adanya teknologi ini dapat menyelesaikan sebagian dari persoalan sampah sekaligus menjadikannya bernilai  ekonomis., “kata Sugiri Sancoko.

Seperti diketahui TPA Mrican yang memiliki luas hanya 1,8 hektar, setiap hari harus mendapat kiriman sampah hingga 90 ton. Hal itu membuat TPA yang terletak di Desa Mrican Kecamatan Jenangan sudah over load hingga direncanakan tahun 2022 nanti akan menambah lokasi seluas lebih dari 2 hektar. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close