Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita

Angin Kencang Mengamuk di Desa Ngrupit Jenangan Ponorogo, Menumbangkan Pohon Hingga Merusak Bangunan Kampus

Dutanusantarafm-Ancaman bencana hidrometeorologi seperti yang dikhawatirkan bersama, benar terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo. Pohon-pohon bamyak yang tumbang, hujan deras disertai angin kencang juga merusak bangunan kampus IAIN di Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan Ponorogo pada Kamis (29/10/2021) siang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ponorogo mencatat ada lima tempat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Ngrupit Jenangan. Yaitu Pohon Tumbang di Dukuh geger, Pohon Tumbang di Gg Complang, Dukuh Karang Anyar, plafon ambrol dengan kaca pecah serta baliho ambruk di Kampus 2 IAIN, Desa Ngrupit, pohon Tumbang di Jl. Puspita Raya, Desa Ngrupit, dan pohon Tumbang di Jl. Puspita Raya, Desa Ngrupit.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD ponorogo Setyo Budiono menyanpaikan hujan lebat disertai angin kencang mulai pukul 14.00 di Desa Ngruoit sebenarnya tidak berlangsung lama, kurang lebih hanya 30 menit. Namun bencana tersebut sempat berdampak putusnya kabel telepon dan padamnya listrik di beberapa kawasan akibat adanya pohon yang tumbang. Petugas BPBD dibantu warga sekitar dengan cepat mengevakuasi pohon tumbang tersebut agar tidak menyebabkan gangguan terhadap fasilitas umum dan kemacetan lalu lintas.

Petugas langsung meluncur ke tkp dengan membawa sejumlah peralatan seperti gergaji, tali tambang dan,peralatan lainnya begitu mendapat laporan adanya pohon tumbang.

“begitu dapat laporan kita langsung ke tkp untuk segera mengevakuasinya” ungkap Budi.

Budi menyebut akibat bencana tersebut kerusakan terparah terjadi di kampus IAIN Ponorogo. Salah satu bangunan di lantai empat kampus tersebut gentingya berjatuhan hingga plafonnya ambrol dan kaca dinding pecah. Sebuah baliho yang ada di depan kampus tersebut juga roboh. Untungnya saat bencana terjadi tidak bamyak aktifitas di kampus itu, sehingga tidak sampai menyebabkan korban luka atau jiwa.

“saat itu kampus tidak ada aktifitas, namun sempat membuat cemas dan takut para pegawai yang ada di situ” imbuhnya.

Budi memperkirakan melihat kerusakan bangunan kampus IAIN dari video amatir yang beredar kerugian materiil ditaksir belasan hingga puluhan juta rupiah. Budipun menyarankan agar rruangan bangunan tersebut untuk dikosongkan sementara menghindari hal yang tidak diinginkan.

Budi mengingatkan meski bencana yang terjadi di Desa Ngrupit tidak sampai menyebabkan korban luka maupun jiwa namun warga Ponorogo diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi. Potensi hujan lebat disertai angin kencang masih akan terjadi sampai awal tahun 2022. Cuaca ekstrim yang melanda dunia berdampak terhadap negara-negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia, seperti munculnya badai laLina. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close