Home / Dinamika Aktual / Highlight News / Kabar Kota Kita

Selasa, 17 November 2020 - 08:43 WIB

4 Tahun Menunggu, Warga Cempoko Sambut Antusias PTSL Meski Pandemi Covid-19

Warga Desa Cempoko Kecamatan Ngrayun sangat menunggu PTSL untuk bisa a memulihkan  ekonomi  dimasa pandemi covid-19

Warga Desa Cempoko Kecamatan Ngrayun sangat menunggu PTSL untuk bisa a memulihkan ekonomi dimasa pandemi covid-19

DUTANUSANTARAFM.COM :  Pemerintah Desa Cempoko Kecamatan Ngrayun, Ponorogo menyambut antusias Program Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) yang di berikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ponorogo. PTSL dipercaya mampu memberikan keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat karena memberikan legalitas hak milik atas tanah yang mereka olah dan tempati untuk hunian mereka. Selain itu , acces reform dari kepemilikan sertifikat nantinya bisa untuk membantu memulihkan  ekonomi warga yang saat ini  terpuruk karena pandemi covid-19. Acces reform dari perbankan berupa kemudahan mendapatkan kredit usaha akan membantu menggeliatkan usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

”Sudah  4 tahun lalu, kita mengajukan program ini dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat   dalam pelayanan sertifikat secara  massal melalui program nasional. Dan baru  sekarang ini mendapat jawaban dari BPN untuk diprogramkan tahun 2021. Sekarang ini kita merapatkan barisan untuk pelaksanaannya  agar bisa mencapai target 100 % , “jelas  Dwi Cahyanto Kepala Desa Cempoko Kecamatan Ngrayun kepada dutansuntarafm.com , Senin (16/11/2020).

Kepala Desa Cempoko Kecamatan Ngrayun  Dwi Cahyanto  usai melakukan pertemuan dengan BPN untuk membahas program tersebut menyampaikan  PTSl ini telah mereka ajukan beberapa waktu lalu. Dan baru mendapatkan programnya tahun 2021 nanti. Sekarang ini tahapannya adalah sosialisasi kepada masyarakat serta pembentukan pokmas untuk persiapan pelaksanaan mengingat tahun 2021 tinggal 1 bulan lagi . Persiapan lainnya adalah data bidang tanah  dan jumlah tanah yang sudah bersertifikat yang ada di Desa Cempoko.

“ Berdasarkan data yang ada di desa , saat ini masih ada sekitar  4600 bidang tanah  yang belum bersertifikat berdasarkan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP). Sementara untuk tanaa yang sudah bersertifikat hanya ada sekitar 5 %  saja atau 500 bidang,”terang Dwi Cahyanto.

Sementara itu Agus Rizaldi dari Badan Pertanahan Nasional Ponorogo saat sosialisasi menyampaikan dalam pelaksanaan PTSL diharapkan kekompakan seluruh warga Desa Cempoko.  Karena program sertifikat nasional ini  diluncurkan Presiden Joko Widodo untuk  menuntaskan permasalah – permasalah agraria. Jika dalam kepemilikan hak atas tanah secara hukum sudah memiliki legalitas berupa sertifikat  selanjutnya bisa mampu membangun ekonomi.

“Karena berdasarkan data  di BPN sejak reformasi agraria 1960 jumlah pemilik sertifikat masih sangat minim  hanya  500 bidang saja saat ini . Kalau melihat ini berarti per tahun hanya ada 1-2 orang saja yang mengajukan sertifikat,”jelas Agus Rizaldi. (Wid

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika Aktual

Rawan Pilkada 2024 di Jatim Dinamis, 6 Daerah Jadi Perhatian

Dinamika Aktual

Polda Jatim Baksos dan Bansos Hari Bhayangkara 2024 di Ngumpul Balong Ponorogo

Dinamika Aktual

Kandang Terbakar Habis, Belasan Ternak Nyaris Jadi Korban

Dinamika Aktual

Sosialisasi Tribina Menyongsong Kampung KB Kelurahan Kepatihan Ponorogo

Dinamika Aktual

Kabar Duka, Jemaah Haji asal Desa Lengkong Sukorejo Ponorogo Meninggal Dunia

Dinamika Aktual

Titiek Soeharto Resmikan Monumen Patung HM Soeharto di Badegan, ini Harapannya.

Dinamika Aktual

Nasdem Pasangkan Ipong Muchlissoni – Segoro Luhur pada Pilkada Ponorogo 2024

Dinamika Aktual

Motor Roda Dua Vs Mobil Ambulans Desa di Pulung, Satu Korban Meninggal Dunia