Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Tingkatkan Partisipasi, Satgas Desa/Kelurahan se Kecamatan Jenangan Mengikuti Bimtek Pemulasaraan Jenasah Covid 19

 

Dutanusantarafm-Partisipasi warga masyarakat melalui Satgas Covid 19 Desa/kelurahan dalam pemulasaraan dan pemakaman jenazah covid 19 sesuai prokes terus didorong dan ditingkatkan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan diadakan bimtek pemulasaraan jenazah covid 19 yang diselenggarakan oleh satgas covid 19 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo.

Camat Jenangan Erni Haris Mawarti menyampaikan bimtek pemulasaraan dan pemakaman jenazah sebentar lagi akan diserahkan kepada satgas covid 19 desa setempat. Karena itu untuk menyiapkannya satgas desa yang terdiri dari kepala desa/kelurahan, modin, para relawan harus mendapatkan pembekalan terlebih dahulu.

“Satgas covid 19 desa/kelurahan harus mendapatkan bimtek, karena ini sangat penting” terangnya.

Bimtek dilaksanakan dengan mengundang pemateri dari KUA yang memberikan pelatihan menyangkut sisi agama terhadap orang yang meninggal. Untuk perlakuan jenazah yang meninggal karena covid 19 menyangkut kesehatan materi disampaikan oleh petugas dari Dinas Kesehatan. Sedangkan bimbingan teknis untuk memandikan penanganan jenazah dari tim pemulasaraaan RSUD Hardjono Ponorogo. Selanjutnya setelah pemulasaraan selesai untuk pelatihan proses pemakaman dengan mendatangkan pemateri dari BPBD.

Erni menambahkan Bimtek diikuti oleh satgas covid 19 dari 2 kelurahan dan 15 desa yang ada di Kecamatan Jenangan. Bimtek akan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 2 dan 3 September 2021, selama sehari di Puskesmas Setono dan satu hari di Puskesmas Jenangan.

Bimbingan teknis banyak diisi dengan praketk mulai menyiapkan APD untuk para petugas, menyiapkan kebutuhan untuk pemulasaraan seperti kain kafan, plastik lapis tiga, penyediaan peti jenazah, kebutuhan untuk memandikan dan lainnya.

“pada bimtek ini peserta diajak praktek, sehingga lebih mudah memahami dan melakukan” imbuhnya.

Erni juga menambahkan melalui bimtek ini apabila hal yang tidak diharapkan terjadi yaitu ada warga yang meninggal karena covid 19 maka bisa ditangani dengan segera sesuai prptokol kesehatan. Sebelumnya pernah terjadi ketika kasus kematian covid 19 melonjak tajam maka pemulasaraan dan pemakaman jenasah sesuai prokes memerlukan waktu yang lama. Hal itu disebabkan karena semua harus ditangani satgas kabupaten dan pemakaman harus menunggu dari BPBD. Apabila satgas covid desa/kelurahan siap maka kendala yang selama ini dialami diharapkan tidak terjadi lagi.

“Semoga desa bisa lebih mandiri dalam penanganan terhadap jenazah covid 19 ini, sehingga penanganan tidak berlarut-larut” tukasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close