Dinamika AktualKabar Kota Kita

Seperti Covid, Hama Wereng Coklat Juga Pintar Maka Petani Harus Lebih Pintar

DUTANUSANTARAFM.COM :  Korona Virus termasuk jenis virus yang pinter dan saat ini menyerang manusia serta menjadi wabah di dunia. Seperti itu juga pula hama wereng batang coklat saat menyerang tanaman padi milik para petani . Menurut para peneliti pertanian , hama wereng batang coklat termasuk hama yang pintar karena pandai bermutasi dan beradaptasi.Jika petani terus menerus menggunakan pestisida yang sama wereng akan beradaptasi sehingga pada waktu yang cepat akan kebal terhadap pestisida tersebut. Ketika petani menggunakan bibit padi tahan hama wereng secara terus menerus , wereng juga beradaptasi sehingga sekarang ini tidak ada bibit padi yang mencantumkan label tahan hama wereng batang coklat . Jika petani senang menggunakan pestisida tertentu dengan bahan aktif “berakhiran trin” telur wereng semakin cepat menetas. Selain itu penggunaan pestisida ini akan mematikan semuanya baik werengnya namun juga musuh alami. Hal tersebut disampaikan Suwarni Koordinator Petugas Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT) Dinas pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Rabu (04/08/2021).

“Seperti covid , wereng ini termasuk hama padi yang pintar maka petani juga harus telur belajar jangan kalah dengan wereng. Petugas POPT juga harus telur belajar karena ilmu pertanian itu tidak statis namun dinamis,”ungkap Suwarni, saat acara Talk Show di Radio Dutanusantara dengan tema Pengendalian Hama Wereng Secara Terpadu Dan Ramah Lingkungan.

Suwarni menyampaikan, banyak temuan menarik di lapangan yang sering dilakukan oleh petani dengan niat pengendalian hama Wereng Batang Coklat namun malah sebaliknya, serangan balik lebih besar . Di antarannya, pertama, pengamatan petani yang kurang teliti sehingga terlambat dan tahu –tahu padi sudah memerah. Padahal biasanya petani mengaku sering ke sawah namun tidak melihat ke batang padi sehingga terkesan kecolongan oleh kamuflase wereng yang warnanya sama sama coklat dengan warna batang padi. Kedua, petani juga kecolongan ketika terus menaburkan pupuk bernitrogen tinggi ketika padinya memerah. Petani mengira padi memerah karena kurang pupuk padahal terserang wereng dan oleh petani di kasih pupuk berkandungan N , otomatis wereng akan semakin merajalela serangannya. Karena pemberian pupuk N melemahkan daya tahan tanaman padi.

“ Meski jumlah POPT kita di Ponorogo sekarang hanya 10 orang dan harus merangkap- rangkap satu orang di beberapa kecamatan namun perilaku petani ini menjadi PR kita ke depan . Kita harus lebih gencar memberikan informasi kepada petani hal-hal yang lebih detail sehingga serangan wereng yang parah tidak terjadi, “jelas Warni.

Warni juga menyampaikan menjelang musim tanam MK-2 yang akan terjadi sebulan lagi maka petani di minta menyiapkan refugia atau rumah kecil bagi musuh alami. Penyiapan ekosistem sawah untuk mengatisipasi serangan hama yang lebih besar di bandingkan musim tanam MK-1. Karena pergeseran iklim saat ini seperti fenomena tahun 2010-2011 lalu, kemarau basah adalah iklim yang disukai hama wereng. Pada tahun 2010 serangan hama wereng luar biasa, banyak hamparan padi memerah dan gagal panen. Petani mengeluarkan biaya yang luar biasa besar untuk pestisida namun banyak padi tidak terselamatkan

“Jangan sampai Ponorogo menjadi endemi wereng lagi. Dan jangan sampai kejadian itu terulang lagi. Maka, sejak awal kita harus melakukan antisipasi dengan menerapkan pertanian terpadu yang ramah lingkungan. Saya berpesan kepada petani jangan menggunakan pestisida pada awal setelah taman, Jika itu dilakukan akan ada ledakan hama wereng pada usia padai 67 hari. Lebih baik jika ada hama wereng saat awal tanam dikendalikan dengan Agensia Hayati saja ,”pesan Suwarni. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close