Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Perlu Peran Media Dalam Industri Halal

Dutanusantarafm-Produk halal sekarang ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, tidak hanya untuk umat muslim saja tetapi juga yang lain. Produk halal yang terus dikembangkan ikut mendorong tumbuhnya ekonomi syariah di Indonesia.

Demikian disampaikan oleh kepala biro perekonomian pemprof jawa timur Tiat Sutiarti Suwardi dalam acara OJK media Selasa (25/05/2021) pagi. Saat ini halal sudah menjadi bagian dari program di beberapa negara, misalnya Thailand membuat program dapur halal dunia, Ingris menjadi pusat keuangan syariah, Negara Singapura mengembangkan pariwisata halal, China menjadi pengekspor baju muslim, Malaysia mengembangkan industri halal dan syariah.

Ia menjelaskan Jawa Timur telah memulai mengembangkan industri halal Safe “n; lock di Kabupaten Sidoardjo. Industri halal di Indonesia tercatat baru ada tiga, dua diantaranya di banten dan kepulauan Riau. Untuk mendukung program industri halal itu maka menurutnya peran media begitu penting. Media sangat dibutuhkan dalam sosialisasi produk halal, pengenalan jaminan produk halal, menyerap aspirasi para pengusaha yang ingin tahu soal ijin halal, memberikan awarnes pemahaman agar industri halal terus tumbuh, termasuk mengenalkan macam produk-produk halal.
“Media mempunyai peran penting dalam industri halal ini”terangnya.

Menurutnya dalam mendorong pengembangan industri halal, maka perguruan tinggi ,lembaga pemeriksaan halal harus diperbanyak. Pemerintah pusat harus menentukan biaya pengurusan produk halal, serta terus mendorong pembuatan kawasan industri halal. Artinya masih banyak yang harus dilakukan untuk mendorong tumbuh kembang industri halal di Indonesia ini.
“Butuh kolaborasi,koordinasi antara pemerintah dengan swasta, perguruan tinggi dan terkait lain agar industri halal cepat dikembangkan” pungkasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close