Dinamika AktualHighlight NewsKabar Kota Kita

PCNU Ponorogo Ingatkan Panitia HSN Soal Nggowes Bersarung 6000 Peserta Ditengah Pandemi

DUTANUSANTARAFM.COM : Panitia Peringatan Hari Santri Nasional Kabupaten Ponorogo akan mengadakan nggowes ontel bersarung pada 22 Oktober mendatang. Nggowes ontel bersarung ini rencananya melibatkan semua forkopimda seperti Polres Ponorogo, Kejaksaan, Kodim 0802, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri dan perwakilan santri santri dari berbagai pondok pesantren dan organisasi agama islam. Ironisnya, jumlah peserta yang akan mengikuti nggowes bersarung ini jumlahnya luar biasa besar untuk ukuran dalam situasi pandemik covid-19. Padahal pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Ponorogo sudah memberikan masukan agar pesertanya sekitar 500-700 saja mengingat masih dalam situasi pandemi covid-19.
Agus Khoirul Hadi Sekretaris HSN PCNU mengakui sebelumnya ide dan kepanitiaan peringatan HSN berupa nggowes ontel bersarung ini dari NU Ponorogo kemudian bergeser kepanitiaannya beralih ke Pemerintah Kabupaten Ponorogo karena jumlah pesertanya di perbesar menjadi 6000 peserta. Padahal di agenda PCNU peserta hanya sekitar 500 orang dan maksimal 700 orang saja, namun oleh pemerintah kabupaten Ponorogo peserta menjadi 6000 peserta nantinya.
“Kita dari PC NU Ponorogo melalui saya sendiri sudah menyampaikan masukan kepada pemerintah kabupaten Ponorogo karena situasi pandemik covid-19 belum berakhir maka seyogyanya pesertanya jangan sebesar itu. Tapi mereka menyampaikan akan bertanggung jawab ya sudah lah. Mereka kan yang mempunyai wewenang, “ungkap Agus Khoirul Hadi yang juga menjabat Wakil Sekretaris PCNU Ponorogo, Selasa ( 19/10/2021).
Sementara itu Bambang Nurcahyo , Asisten Pemerintahan Pemkab Ponorogo sekaligus ketua panitia HSN ketika di konfirmasi Dutanusantarafm.com, Selasa ( 19/10/2021) mengakui peringatan HSN pada 22 Oktober berupa nggowes ontel bersarung akan melibatkan 6000 peserta. Dipastikan 6000 peserta itu tidak menimbulkan kerumunan karena sudah ada yang mengatur dan melibatkan Forkopimda.
“Dengan protokol kesehatan, nanti ada jaraknya dari polisi, dishub dan Satpol PP yang mengatur. Selain itu keputusan akhir baru akan dilakukan pada hari kamis pada rapat terakhir yang akan di pimpin oleh pak bupati,  “kata Bambang Nurcahyo.
Selain itu menyoal apakah kerumunan itu tidak bertentangan dengan aturan Kemenag soal pembatasan peringatan hari besar keagamaa pada situasi Ponorogo yang masih berada di level 3. Bambang Nurcahyo mengungkapkan rakyat akan menerima karena dimungkinkan rakyat sudah kangen berkegiatan . Dan nggowes ontel bersarung ini focusnya pada keolahragaan sehingga targetnya untuk lebih sehat. [14.28, 19/10/2021] Endang Widayati: Di informasikan berdasarkan SE Menteri Agama nomor SE 28 tahun 2021 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2021. Kegiatan peringatan hari santri 2021 dapat berupa : Zikir, shalawat, munajat, doa dan kegiatan-kegiatan lainnya yang relevan dengan tema Santri Siaga Jiwa Raga, dan Sosialisasi tema, logo dan rangkaian kegiatan peringatan hari santri melalui website, media sosial, dan spanduk/baliho/ standing banner. Seluruh pelaksanaan kegiatan peringatan hari santri 2021 disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, mengedepankan prinsipi-prinsip kesederhanaan dan kehidmatan, dengan berpedoman pada hal-hal sebagai berikut : mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital (virtual) untuk meminimalisir terjadinya kerumunan dan mobilisasi masa; mematuhi kebijakan pemerintah tentang PPKM; melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan gugus tugas Covid-19 setempat;tetap disiplin dengan protokol kesehatan 5M+1D untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. (wid)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close