Kabar Kota KitaSekitar Kita

Dirikan LBB Sampai Mengajar Door To Door, Anak Harus Semangat Belajar Saat Pandemi

Dutanusantarafm- Keputusan pemerintah meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah karena kasus positif Covid-19, menjadikan pola belajar mengajar berubah ke metode daring. Belajar sistem daring ini memunculkan keluhan para orang tua siswa, khususnya siswa tingkat sekolah dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI). Siswa mengalami kesulitan belajar sementara orang tua sendiri harus menghabiskan banyak waktu untuk bekerja sehingga tidak bisa mendampinginya.

Berangkat dari permasalahan tersebut Nur Azizah Istiqomah seorang mahasiswi IAIN Ponorogo tergerak hatinya untuk membuka suatu lembaga bimbingan belajar yang diberi nama “Fazza Smart”. Bimbingan belajar tersebut berlokasi di tempat tinggalnya di Desa Candi Mulyo Dolopo Madiun.

“Lembaga ini mewadahi para siswa yang kesulitan dalam proses belajar di rumah dengan sitem daring “ ungkapnya.

Ia memahami jika para orang tua mengaku keberatan adanya kebijakan belajar di rumah dengan sistem daring. Metode ini menjadikan anak -anak lebih malas belajar karena tidak mendapatkan penjelasan materi secara lengkap seperti saat tatap muka disekolah. Hal tersebut tentunya bisa menghambat perkembangan pendidikan pada anak terutama pada tingkat TK dan SD/MI.

Didirikannya lembaga belajar tersebut mendapatkan respon positif dari orang tua para siswa tingkat SD/MI sederajat. Mereka merasa terbantu dengan adanya lembaga bimbingan belajar ini, terutama bagi orang tua yang terbatas kemampuanya dan tidak punya waktu yang cukup guna mendampingi anak belajar sendiri. Pada akhirnya orang tua siswa lebih mempercayakan anaknya untuk bergabung dengan lembaga bimbingan belajar tersebut.

Azizah menceritakan sistem pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan satgas covid 19. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun atau memakai handsanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan dilaksanakanya dengan tertib. Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, maka dibuatlah jadwal bimbingan belajar untuk 20 anak menjadi beberapa kelompok.

“satu kelompok pertama hanya 4 anak selanjutnya kelompok 5 anak dan seterusnya.” Ucap Azizah.

Mahasiswi sementer 7 ini menambahkan walaupun sudah menjalankan prokes, awalnya kegiatan bimbel ini tidak berjalan mulus. Saat itu sempat dipermasalahkan pihak perangkat desa setempat karena khawatir lembaga bimbingan belajar yang dilakukan secara tatap muka ini dapat menimbulkan kerumunan dan menambah kasus terjangkit Covid-19. Namun sebagai pengajar muda iapun berani menjamin bahwa kegiatan bimbingan belajar yang dilakukannya ini tetap aman dan mematuhi prokol kesehatan secara ketat.

“Saya meyakinkan kepada pihak desa bahwa protokol kesehatan kita jalankan dengan ketat,anak yang ikut belajarpun adalah yang kondisinya sehat” imbuhnya.

Untuk mensiasati agar tidak terjadi kerumunan Nur Azizah Istiqomah mensiasatinya dengan melakukan pembelajaran tatap muka secara door to door. Hal itu dia lakukan untuk lebih menjamin kemudahan belajar sekaligus mencegah penyebaran covid 19 . Cara itu juga untuk meyakinkan perangkat desa setempat yang awalnya merasa khawatir terjadi kasus penambahan terjangkit Covid 19 dengan adanya lembaga bimbingan belajar ini.

“ Tidak hanya belajar dalam kelompok kecil, saya juga mendatangi mereka dari rumah ke rumah” terangnya.

Nur Azizah Istiqomah menyampaikan ia mendirikan lembaga bimbingan belajar ini dengan misi tulus untuk pengabdian kepada masyarakat khususnya anak-anak dalam bidang pendidikan. Ia merasa terpanggil dengan adanya problematika sekolah daring ini menjadikan anak-anak malas belajar dan banyak orang tua yang mengeluh karena tidak sanggup menemani belajar anaknya ketika sekolah online diberlakukan.

Santriwati sebuah pondok pesantren ini tidak mematok biaya atau ongkos jasa bimbingan belajar yang diberikan. Tak pelak orang tua yang tidak terlalu mampu dalam bidang ekonomi banyak yang menitipkan anaknya untuk bergabung pada lembaga bimbingan belajar tersebut. Iapun bersyukur apa yang dilakukannya ini memberikan manfaat para siswa dan orang tua mereka. Semangat belajar anak menjadi kuat dan mereka tidak bermalas-malasan lagi untuk belajar.

“saya senang karena dipercaya membantu belajar anak, dan terbukti tidak ada penambahan kluster terjangkit covid-19 di lingkungannya” pungkas Azizah. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close