Dinamika AktualGalerryHighlight NewsKabar Kota Kita

Dari Atribut Pelantikan Bupati Ponorogo, Sepatu putih paling susah Didapat

Dutanusantarafm-Bagian tata pemerintahan (tapem) Pemkab Ponorogo sudah menyiapkan baju untuk pelantikan Sugiri Sancoko dan Lisdya Rita sebagai bupati dan wakil bupati Ponorogo periode 2021-2024. Saat pelantikan dilakukan oleh Mendagri melalui Gubernur Jawa Timur Sugiri Sancoko dan Lisdya rita akan mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB) warna putih-putih, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kabag tata pemerintahan Ponorogo Eko Edi Suprapto kepada duta nusantara mengatakan untuk kebutuhan pelantikan sudah disiapkan tiga stel baju, yaitu PDUB,PKJ,dan full dress. Baju yang disiapkan tersebut termasuk atribut lainya seperti topi, sepatu, atribut pangkat, tanda jabatan, nama dada, lambang korpri, termasuk sabuk. “Intinya kebutuhan dari ujung kaki sampai ujung rambut untuk kelengkapan pelantikan sudah siap” terangya.

Eko menambahkan saat ini tinggal menunggu jadwal resmi pelantikan bupati dan wakil Bupati Ponorogo oleh Gubernur Jawa Timur. Sewaktu-waktu jadwal sudah turun semua kebutuhan yang diperlukan sudah disipakan semuanya. Dijelaskanya semua kebutuhan untuk pelantikan meliputi baju dan seluruh atribut tersebut mulai dirancqng dab disiapkan sejak bulan Desember 2020.

Sebelum PDUB atau baju putih-putih dipakai untuk pelantikan, Sugiri Sancoko dan istri serta Lisdya rita dan suami telah melakukan gladi kotor PDUB untuk keperluan dinas. Setelah dipakai gladi kotor baju tersebut dirawat dan disimpan kembali untuk keperluan pelantikan. “ gladi kotor sudah dilakukan minggu kemaren, semuanya sudah siap “ ujarnya.

Untuk menyiapkan semua kebutuhan untuk pelantikan itu, ada liku-liku tersendiri. Eko menuturkan dari semua kebutuhan mulai baju dan semua atribut tersebut ada salah satu yang paling susah dicari, yaitu sepatu warna putih. Perlu diketahui sepatu yang akan dipakai untuk pelantikan harus menyesuaikan dengan setelah bajunya yaitu PDUB warna putih.

Sepatu putih yang melengkapi PDUB sudah ada ketentuanya, yaitu seluruh bagian seperti warna kulit,tali,sol atau alasnya juga harus putih. Ia menyebut sepatu putih-putih seperti ini jarang atau tidak dijual umum. Untuk mendapatkan sepatu tersebut ia sempat pergi ke Solo namun tidak menemukanya. Sepatu warna putih itu akhirnya bisa didapatkan disebuah toko di Surabaya yang memiliki usaha pembuatan sepatu handmade. “Berkat bantuan teman akhirnya sepatu tersebut didapatkan, sesuai spek dan harganya juga tidak terlalu mahal” pungkasnya. (de)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close